Intel Tunda Pengiriman Prosesor Ivy Bridge

Kompas.com - 20/02/2012, 09:17 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Intel dikabarkan menunda pengiriman massal prosesor terbaru dengan nama kode Ivy Bridge. Para mitra kerja Intel pun telah diberi tahu soal penundaan ini.

Menurut seorang sumber yang dikutip situs teknologi asal Taiwan Digitimes, ada beberapa alasan mengapa Intel menunda pengiriman Ivy Bridge. Pertama, melemahnya perekonomian global yang berdampak pada melesunya penjualan notebook yang menggunakan prosesor versi Sandy Bridge.

Kedua, Intel tentu tak ingin merugi hanya karena stok persediaan Sandy Bridge masih terlalu banyak. Karena itulah, penundaan ini juga bermaksud menghabiskan persediaan prosesor Sandy Bridge.

Kendati demikian, Intel tetap akan mengirim Ivy Bridge dalam jumlah kecil pada awal April 2012. Sementara pengiriman dalam jumlah besar, dijadwalkan pada Juni.

Penundaan ini memaksa para vendor komputer untuk menyesuaikan jadwal produksi mereka dengan jadwal pengiriman massal prosesor Ivy Bridge.

Keputusan Intel menunda peluncuran prosesor Ivy Bridge, tentu akan dimanfaatkan oleh para produsen chip USB 3.0 seperti Renesas, ASMedia dan Etron. Mereka punya waktu tambahan selama 3 bulan untuk menambah jumlah produksi chip USB 3.0.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.