Google Janji Tidak "Anak Emaskan" Motorola

Kompas.com - 01/03/2012, 07:55 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Persetujuan langkah akuisisi Google atas Motorola Mobility menimbulkan banyak spekulasi terkait sistem operasi (operating system atau OS) Android. Ada spekulasi bahwa Motorola akan jadi "anak emas" Google dalam memproduksi perangkat berbasis Android.

Bahkan, CEO Hewlett-Packard (HP) Meg Whitman pada pertengahan Februari lalu sempat mengatakan, Android akan menjadi sistem operasi tertutup karena hubungan "mesra" Google-Motorola. Namun, pernyataan Whitman dinilai berlebihan, mengingat HP sedang mengembangkan WebOS yang sekarang bersifat open source.


Senior Vice President of Mobile Google Andy Rubin akhirnya angkat bicara menanggapi spekulasi tersebut di ajang Mobile World Congress 2012 (MWC 2012) di Barcelona, Spanyol, akhir Februari ini.

Pada kesempatan itu, Andy berjanji Android akan tetap menjadi OS open source.

Ia melanjutkan, Google telah berkomintmen untuk membangun firewall (batas pemisah yang tegas) dengan Motorola. Artinya, Motorola akan berjalan sebagai unit bisnis yang terpisah.

"Saya bahkan tidak tahu apa-apa tentang produk Motorola. Saya tidak melihat produk-produk mereka. Mereka akan terus mengembangkan produk di bawah merek Motorola, dan akan dibuat oleh tim Motorola sendiri," ucap Andy.

Pasalnya, baru-baru ini beredar kabar bahwa Google sedang berupaya menyingkirkan CEO Motorola Mobility Sanjay Jha, dan akan digantikan oleh Dennis Woodside, yang tak lain adalah seorang senior di Google.

Penawaran akuisisi Google atas Motorola Mobility telah disetujui oleh regulator Amerika Serikat dan Eropa pada Februari 2012. Penawaran akuisisi senilai 12,5 miliar dollar AS ini adalah yang terbesar dalam sejarah perusahaan Google.

Upaya Google membeli Motorola juga disertai dengan 17.000 hak paten dan 7.500 aplikasi paten. Google akan menjadi salah satu perusahaan yang memiliki paten terbesar dalam industri ponsel.

Namun, regulator di China, Taiwan, dan Israel masih belum menandatangani perjanjian terkait pembelian Motorola oleh Google. Dikhawatirkan, setelah Google memiliki portofolio ini, perusahaan internet raksasa itu akan menyalahgunakan paten tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.