Gedebuk Coy!

Developer Game dan Media Saling Buka Kartu

Kompas.com - 31/03/2012, 10:58 WIB
EditorReza Wahyudi

BANDUNG, KOMPAS - Setidaknya 30 pengembang video game dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, maupun Yogyakarta, hadir dalam konferensi kecil bernama Game Developer Buka-Bukaan atau Gedebuk Coy! di Bandung, Jumat (30/3).

Di sana, mereka berbagi isu terkini dalam pengembangan video game hingga saling buka kartu dengan media massa mengenai publikasi game.

Gedebuk Coy! diselenggarakan di Hotel Cihampelas 2 di Jalan Cihampelas Bandung, sejak pukul 8.00 hingga 18.00.

Selama acara berlangsung, peserta mengikuti diskusi dengan topik yang kerap menggelitik praktisi game developer seperti perlu tidaknya mengangkat konten lokal, hingga tren permainan yang bakal dicari di masa mendatang.

Namun, salah satu sesi yang ditunggu adalah perbincangan dengan media massa, menghadirkan Deni Yudiawan, Asisten Redaktur di Harian Umum Pikiran Rakyat, serta Wicak Hidayat, Editor di Kompas Tekno.

Secara bergantian, dua pembicara yang dimoderatori Wiku Baskoro yang juga dari Dailysocial membuka bagaimana media massa melihat game developer.

Kesimpulan yang bisa ditarik, selama ini dua belah pihak saling membutuhkan tapi belum ketemu. Seperti diutarakan Deni, pihaknya justru kesulitan mencari game developer untuk dibuat tulisannya. "Kalau bukan kita sendiri yang mengangkat game lokal, siapa lagi?" ujarnya kepada peserta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Deni mengakui, tidak semua media massa memiliki tempat untuk menampung berita seputar game developer, namun hal tersebut jangan sampai mematahkan semangat para studio untuk mengirimkan rilis.

Hal serupa diutarakan Wicak, dia tidak mengharuskan setiap studio memiliki humas karena pada dasarnya studio game lebih baik fokus dengan produksi game. Sebaliknya, hubungan media massa dengan studio game perlu dibangun, tidak melulu secara formal, tapi bisa menggunakan sosial media.

Pasalnya, hingga kini koneksi untuk terhubung sudah tersedia banyak mulai Facebook, Twitter, hingga LinkedIn.

Wicak pun memberikan tips untuk membuat rilis game seperti menjelaskan secara detail mengenai sistem permainan, keunikan game tersebut, maupun data tambahan seperti jumlah unduhan sejak beberapa hari sejak dirilis.

Dia juga meminta studio tidak patah semangat tatkala rilis yang dikirim tidak kunjung dimuat, beberapa penyebab seperti keterbatasan gadget untuk mengulas permainan, hingga prioritas pemberitaan yang harus diikuti wartawan bersangkutan.

"Ketika game itu bagus, dia akan berbicara sendiri," katanya. (ELD)

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.