Dianggap Menyinggung, Reich of Darkness Ditarik

Kompas.com - 08/04/2012, 10:44 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com - Armorgames, portal permainan berbasis web, terpaksa menarik game Reich of Darkness dari laman web mereka. Pasalnya, mereka mendapat teguran terkait konten permainan yang dianggap tidak sensitif kepada korban kekejaman Nazi.

Hal itu dijelaskan oleh pihak Armorgames dalam laman web mereka, Reich of Darkness harus ditarik sementara menyusul teguran dari Anti Defamation League menyusul pengaduan salah satu pengguna permainan ini terhadap kontennya.

Game strategi ini meminjam simbolisasi yang dipakai Nazi dalam permainan mereka. Bersetting tahun 1940, pengembang studio ingin menawarkan sejarah alternatif saat negara poros terdesak oleh negara sekutu, mereka berhasil menemukan artefak yang mampu mengubah jalannya pertempuran. Dengan demikian, sejarah baru pun tercipta.

Konten tersebut ternyata yang bermasalah karena menawarkan sejarah alternatif dengan negara poros sebagai pemenangnya. Hal itu dianggap tidak sensitif kepada kelompok yang pernah menjadi sasaran kekejaman Nazi.

"Reich of Darkness dengan perayaan terhadap kemenangan Nazi masuk dalam kategori barang terlarang dan seharusnya dikeluarkan," tulis Armorgames dalam situsnya.

Masalah pun bertambah serius saat ada pemasang iklan yang mengancam untuk menarik diri gara-gara konten tersebut. Dengan berbagai pertimbangan seperti itu, akhirnya Armorgames pun mengeluarkan sementara game Reich of Darkness dari portal game mereka.

Tidak dibuat untuk menyinggung

Manajer Operasional Toge Production, Jonathan Manuel Gunawan, menjelaskan bahwa bukan seperti itu maksud di balik pembuatan Reich of Darkness. Permainan ini dimaksudkan sebagai hiburan semata dengan menawarkan sejarah alternatif. Dalam permainan itu, tidak sekali pun disebut Nazi maupun Hitler meski referensinya kental terasa.

Toge Production pun bukan studio pertama yang membuat game dengan sejarah alternatif ini. Hanya saja, bisa jadi mereka yang pertama kali menempatkan pemain dari sudut pandang negara poros.

Jonathan menjelaskan, pihaknya sudah berupaya untuk merombak permainan tanpa menghilangkan esensinya. Salah satunya adalah skenario tambahan memainkan tentara negara sekutu yang balik menyerang negara poros.

"Kami minta maaf atas kejadian ini. Sambil menunggu, silahkan bermain game kami yang baru saja diluncurkan yakni Infectonator," kata Jonathan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.