Startup Terkendala Dana, Begini Solusinya

Kompas.com - 11/04/2012, 13:35 WIB
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk bisa berkembang, sebuah perusahaan rintisan berbasis Internet atau startup memerlukan dana untuk operasional. Masalahnya, akses untuk mendapatkan pendanaan bagi startup dinilai menyulitkan.

Co-founder MindTalk Danny Oei Wirianto menjelaskan akses untuk mendapatkan pendanaan bagi startup sebenarnya tidak menyulitkan, asal mengetahui cara-caranya.

"Untuk mendapatkan dana baik dari perbankan maupun investor, cara yang dilakukan adalah 98 persen kerja keras, 2 persennya adalah eksekusi," kata Danny selepas acara pembukaan INAICTA 2012 di Gedung Kominfo Jakarta, Selasa (10/4/2012).

Bagi startup, masalah akses pendanaan merupakan masalah klasik. Namun bukan berarti masalah tersebut tidak bisa dicarikan solusinya.

Bagi Danny, masalah akses pendanaan merupakan masalah yang paling akhir dicari solusinya. Yang terpenting adalah membenahi internal produk sehingga bisa laku dan diminati investor atau perbankan.

"Yang penting perbaiki dulu kualitas startup. Bangun kesadaran (awareness) orang agar tahu startup kita seperti apa," jelasnya.

Urusan dana, startup bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan crowd funding (patungan), mengikuti kompetisi hingga melalui matching fund.

Khusus matching fund, metode ini memang biasa dilakukan di Singapura. Startup yang memerlukan dana bisa langsung meminta kredit ke perbankan sesuai dengan anggaran yang diperlukan.

"Cara yang terakhir ini memang sulit. Seharusnya memang perlu dukungan dari pemerintah," katanya.

CEO Brainmatics Romi Satrio Wahono menambahkan pemerintah seharusnya memberikan dukungan berupa mempermudah akses startup ke perbankan. Caranya syarat jaminan memperoleh kredit dipermudah.

"Sertifikasi software dari Kominfo seharusnya bisa dipakai sebagai jaminan untuk memperoleh pendanaan," tambah Romi.

Selama ini, startup selalu memakai jaminan berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), akte tanah dan surat-surat yang biasa dipakai sebagai jaminan memperoleh pendanaan. Cara ini dinilai cukup memberatkan karena tidak semua startup memiliki jaminan tersebut.

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X