10 Teknologi Navigasi di Ponsel

Kompas.com - 15/04/2012, 07:27 WIB

KOMPAS.com - Smartphone kini dilengkapi dengan teknologi untuk melacak keberadaan penggunanya.. Perangkat navigasi pada mulanya berfungsi sebagai pelengkap layanan yang disediakan smartphone.

Namun, lama kelamaan, perangkat navigasi ini dimusuhi oleh pengguna smartphone karena mengancam privasi.

Seth Schoen, staf teknologi senior di Yayasan Electronic Frontier mengatakan, perangkat navigasi di smartphone dapat berbahaya bagi keselamatan individu. Privasi yang terbuka lebar mampu meningkatkan keinginan pihak tertentu untuk menguntit atau melakukan penculikan.

Namun, nyatanya, banyak pula pengguna smartphone yang memanfaatkan sistem navigasi ini dan tidak merasa hidupnya terganggu atau terancam.

Navigasi digunakan untuk bermain game, untuk beraktivitas di jejaring sosial dengan menunjukkan keberadaan dirinya, atau untuk membantu mencari alamat ketika berada di tempat baru.

Berikut ini adalah 10 teknologi dengan sistem yang berbeda, yang telah diterapkan ataupun yang sedang dikembangkan di smartphone.

GPS
Global Positioning System (GPS) pertama kali dibangun oleh Departemen Pertahanan AS diperkenalkan pertama kali pada smartphone di akhir 1990-an. Saat ini GPS dikenal sebagai cara terbaik untuk menemukan lokasi di luar ruangan.

GPS menggunakan konstelasi satelit yang mengirimkan lokasi dan data waktu dari ruang angkasa ke ponsel. Jika ponsel bisa menerima sinyal dari tiga satelit, maka keberadaan ponsel akan tampak pada sebuah peta datar, sekaligus menunjukkan elevasi.

Beberapa negara sudah mulai mencoba membuat sistem yang mirip dengan sistem GPS. Misalnya GLONASS Rusia dan kompas China yang sedang dalam uji coba. Galileo di Eropa dan Quasi Zenith di Jepang juga memanfaatkan satelit untuk navigasi.

Assisted GPS

GPS bekerja dengan baik jika ponsel menemukan tiga atau empat satelit, namun menutuhkan waktu yang lama. GPS kadang tidak dapat bekerja ketika pengguna smartphone berada di dalam ruangan atau tempat yang memantulkan sinyal satelit. Assisted GPS memberikan beberapa tools yang membantu mempercepat kerja GPS.

Ketika pertama kali menemukan satelit, maka pengguna smartphone harus men-download informasi dimana mereka akan berada dalam 4 jam ke depan. Informasi ini dibutuhkan oleh ponsel untuk tetap terhubung dengan satelit.

Jika GPS full service telah terpasang di ponsel, maka waktu untuk startup GPS akan dipangkas, dari 45 detik menjadi 15 detik. Carrier juga bisa mengirim data menggunakan jaringan Wi-Fi, yang lebih cepat dari satelit.

Synthetic GPS
Teknologi synhethic GPS menggunakan daya komputasi untuk menemukan lokasi satelit beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan. Teknologi ini akan memudahkan GPS menemukan satelit ketika dibutuhkan. Roy Machabee dari RX mengatakan, dengan synthetic GPS, maka ponsel hanya akan membutuhkan 2 detik untuk menemukan satelit ketika dibutuhkan.

Cell ID

Operator telepon seluler menggunakan teknologi ini untuk menemukan ponsel tanpa menggunakan GPS. Cell ID mencari lokasi ponsel dengan melacak menara terdekat dengan ponsel.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorReza Wahyudi
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X