Insiden Udara

Pilot Mengantuk, Planet Venus Dikira Pesawat

Kompas.com - 17/04/2012, 22:06 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

OTTAWA, KOMPAS.com — Seorang pilot yang masih mengantuk setelah sempat tertidur mengira cahaya terang planet Venus di langit sebagai lampu pesawat yang berada di jalur tabrakan.

Secara refleks, ia mendorong tuas kendali dan menurunkan ketinggian pesawat secara mendadak sehingga menyebabkan 14 penumpang dan dua awak pesawat terluka.

Demikian terungkap dalam laporan hasil penyelidikan Badan Keselamatan Transportasi Kanada yang diumumkan Senin (16/4/2012) waktu Kanada. Insiden itu terjadi pada Januari 2011 dan melibatkan pesawat Boeing 767 milik Air Canada yang sedang dalam penerbangan malam dari Toronto, Kanada, menuju Zurich, Swiss.

"Peristiwa ini menggarisbawahi tantangan mengelola kelelahan di dek penerbangan," tutur Jon Lee, ketua tim penyelidik Badan Keselamatan Transportasi Kanada.

Insiden terjadi saat kopilot pesawat Air Canada itu baru terbangun dari giliran tidur panjang di kokpit. Dalam keadaan belum sadar betul, kapten pilot memberitahukan bahwa pesawat kargo Amerika Serikat terbang ke arah mereka.

Mendengar informasi ini dan melihat cahaya Venus yang terang benderang di depannya, si kopilot menduga cahaya itu adalah lampu pesawat kargo AS tersebut.

Secara refleks, ia langsung mendorong tuas kendali dan pesawat pun menukik tajam secara mendadak, turun setinggi 400 kaki (120 meter), sebelum kapten pilot menarik kembali tuas kendali untuk mengembalikan pesawat ke posisi semula.

Setelah diselidiki, ternyata pesawat kargo AS itu berada pada ketinggian yang berbeda, yakni 1.000 kaki (305 meter) di bawah jalur penerbangan Air Canada.

Akibat penurunan ketinggian secara mendadak ini, 14 penumpang dan dua awak kabin yang sedang tak mengenakan sabuk pengaman menderita luka-luka. Tujuh orang bahkan sempat dirawat di rumah sakit begitu tiba di Zurich.

Penyelidik menemukan, kopilot tersebut kelelahan dan kurang tidur. Saat di rumah, jam tidurnya sering diganggu oleh anak-anaknya. Sebelum insiden itu terjadi, ia tertidur hingga 75 menit atau melanggar batas maksimum 40 menit. Artinya, dia tidur terlalu pulas dan saat bangun mengalami disorientasi. (Reuters/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.