Pilot Sibuk dengan Ponsel, Pendaratan Pesawat Terganggu

Kompas.com - 20/04/2012, 18:10 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com — Seperti penumpang, pilot juga wajib mematikan ponsel selama pesawat mengudara. Namun, seorang pilot Jetstar Australia dilaporkan justru sibuk dengan ponselnya saat pesawat bersiap untuk mendarat.

Pesawat Airbus A321 yang diterbangkan sang pilot ini seharusnya bersiap melakukan pendaratan setelah menyentuh ketinggian 2.500 kaki.

Namun, alarm berbunyi karena landing gear tidak diturunkan oleh sang kapten, padahal pesawat telah berada di ketinggian 500 kaki.

Menurut pengakuan co-pilot, ia berusaha menarik perhatian sang kapten, tetapi tak mendapatkan hasil. Saat dilihat, sang kapten tampak sibuk dengan ponselnya.

Sang pilot, yang telah memiliki pengalaman 13.400 jam terbang ini, mengaku sedang membuka dan mematikan ponselnya.

Catatan yang terdapat dalam ponsel kapten tidak menunjukkan bahwa ia mengirimkan SMS selama proses pendaratan.

Penggunaan ponsel pun disebut hanya satu dari beberapa gangguan yang menyebabkan koordinasi pendaratan itu terganggu.

Meski tak mengirimkan SMS, dinyalakannya ponsel membuat perhatian kapten pilot terbagi dan menghambat proses pendaratan pesawat. 

Catatan dari Dewan Keselamatan Transportasi Australia menyebutkan ada beberapa hal yang tak dipenuhi dalam prosedur pendaratan saat itu.

Hal  yang termasuk luput itu adalah menurunkan landing gear, memenuhi semua checklist pendaratan, memilih auto break, dan memeriksa parameter penerbangan.

Studi kasus ini telah ditambahkan Jetstar dalam manual pelatihan. Maskapai itu juga menambahkan pengingat agar pilot mematikan ponsel pada checklist lepas landas.

"Kami memiliki pendekatan konservatif tentang pada ketinggian berapa sebelum mendarat seluruh konfigurasi pendaratan harus dipenuhi," ujar juru bicara Jetstar.

Juru bicara Jetstar mengatakan, kesalahan pilot ini masuk ke dalam kategori 'human factor'  yang menyebabkan gangguan pada kokpit pesawat.

Kasus itu terjadi saat pendaratan pesawat di Bandara Changi, Singapura, pada 27 Mei 2010. Ketika itu, pesawat batal mendarat dan harus mengulangi prosedur pendaratan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.