Soal Peta, Pemerintah Iran Ancam Gugat Google

Kompas.com - 18/05/2012, 15:10 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com — Pemerintah Iran mengancam akan menggugat Google setelah perusahaan mesin pencari itu menghapus tanda Teluk Persia (Persian Gulf) dari Google Maps.

Saat ini di Google Maps, teluk yang berada di antara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar itu tidak memiliki nama, padahal ukurannya cukup luas. Tidak jelas mengapa Google menghapusnya dari Google Maps. Namun, beredar kabar bahwa sistem layanan pemetaan itu sedang mengalami error.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, memperingatkan Google untuk memperbaiki dan mengembalikan kembali nama Teluk Persia.

Teluk Persia menjadi hal yang sangat sensitif bagi Iran. Negara yang dipimpin oleh Mahmoud Ahmadinejad selama bertahun-tahun itu bersitegang dengan Arab karena masalah Teluk Persia. Nama Teluk Persia pun diperdebatkan sejak tahun 1960-an karena beberapa negara Arab menyebutnya Teluk Arab.

Ini bukan kali pertama Google diancam gara-gara Google Maps. Teheran sebelumnya pernah mengancam untuk menggugat Google karena negaranya hilang dari pemetaan. Pada 2010, nama Kota Florida juga pernah hilang.

Namun, saat revolusi perang sipil Libya tahun 2011, Google dengan cepat mengganti nama Green Square menjadi Martyr Square, ketika pasukan pemberontak menguasai pusat komersial ibu kota Tripoli itu dan menandai berakhirnya rezim Moammar Khadafy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.