Apple Wajib Pasang Iklan "Galaxy Tab Tidak Contek iPad"

Kompas.com - 19/07/2012, 10:58 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Pengadilan telah memerintahkan Apple untuk memublikasikan atau memasang iklan yang berisi pengumuman bahwa Samsung tidak meniru desain iPad. 

Hakim Pengadilan Tinggi Inggris Colin Birss mengatakan, pemberitahuan tersebut harus tetap berada di situs web Apple selama paling sedikit enam bulan, sedangkan iklan lain harus terpampang di berbagai surat kabar dan majalah.

Hal itu menyusul setelah Samsung berhasil menang di pengadilan terkait tuntutan Apple untuk penghentian penjualan Galaxy Tab. Samsung berhasil mengalahkan Apple karena desain Galaxy Tab tidak terbukti mirip dengan iPad.

Atas perintah ini, pihak Apple belum memberikan komentarnya.

Perintah tersebut tidak ditekankan dalam keputusan Hakim Colin Birss yang dikeluarkan pada 9 Juli, tetapi Bloomberg mengatakan, perkara tersebut dibicarakan di pengadilan menyusul putusan itu.

Dikatakan, pemberitahuan tersebut harus mengacu pada kasus pengadilan dan harus dirancang untuk "meralat kesan yang merugikan" bahwa tablet Samsung meniru tampilan tablet besutan Apple, iPad.

Hakim menjelaskan, desain Samsung Galaxy Tab mirip dengan Apple iPad jika dilihat dari depan. Namun, detailnya berbeda bila dilihat dari belakang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kedua produk itu tidak memiliki desain yang sama. Galaxy Tab tidak memiliki simplisitas ekstrem dibanding desain iPad. Galaxy Tab juga tidak sekeren iPad. Kesan keseluruhan yang dihasilkan berbeda," kata Birss.

Pihak Samsung pun menghormati putusan Pengadilan Tinggi Inggris. Meski dikatakan tidak sebagus iPad, Samsung pun bisa membuktikan bahwa produknya merupakan hak kekayaan intelektual mereka.

Namun, hakim tersebut menolak permintaan Samsung agar Apple dilarang menyatakan kembali klaimnya bahwa hak paten desainnya telah dilanggar,

Kemenangan Samsung terhadap Apple ini muncul beberapa hari setelah Pengadilan AS resmi mengabulkan gugatan Apple untuk melarang penjualan Samsung Galaxy Nexus, meski saat ini Galaxy Nexus pun sudah mulai bisa dijual kembali di Google Play Store.

Kedua perusahaan ini juga terus bersengketa hak paten, khususnya di 10 negara di dunia. Ini membuktikan bahwa memang ada persaingan di pasar perangkat mobile.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.