Stok Darah Menipis

Kompas.com - 30/07/2012, 03:04 WIB
Editor

TEGAL, KOMPAS - Sepekan terakhir ini, stok darah PMI di sejumlah daerah menipis, menyusul berkurangnya jumlah donor dalam bulan puasa ini. Pasien yang membutuhkan darah terpaksa berharap pada pasokan dari anggota keluarga dan kerabat.

Direktur Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Tegal, Jawa Tengah, Hadi Gunawan mengatakan, persediaan darah untuk semua jenis golongan darah di Unit Donor Darah PMI Cabang Tegal kosong. Pihaknya kini hanya melayani kebutuhan darah masyarakat dengan donor pengganti atau donor darah dari keluarga pasien.

Jika biasanya donor darah dalam sebulan sampai 10 kali, pada bulan puasa ini rata-rata hanya lima kali. Itu pun baru dimulai 29 Juli mendatang yang akan dilaksanakan oleh empat gereja dan satu majelis agama Konghucu di Tegal. Padahal, pada bulan-bulan biasa Unit Donor Darah PMI Cabang Tegal mampu menyediakan persediaan darah sekitar 80 persen dari jumlah yang dibutuhkan masyarakat.

Kebutuhan darah masyarakat Tegal rata-rata mencapai 1.000 kantong per bulan. Permintaan terbesar berasal dari pasien penyakit dalam, lebih dari 50 persen. Sisanya berasal dari pasien bedah kandungan, pasien anak- anak, dan penyakit lain.

Hadi mengimbau masyarakat untuk tetap mendonorkan darah pada bulan puasa ini. Unit Donor Darah PMI Tegal membuka pelayanan 24 jam sehingga masyarakat bisa mendonorkan darah pada malam hari.

Iwan (35), keluarga pasien warga Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, mengaku terkena dampak kosongnya persediaan darah di PMI Tegal. Dalam dua hari terakhir, ia membutuhkan empat kantong darah golongan A untuk ibunya, Sinah (75), yang mengidap penyakit paru-paru.

Ia terpaksa mencari empat anggota keluarganya yang bersedia menyumbangkan darah. ”Untung ada yang mau karena banyak juga yang takut donor darah,” katanya.

Stok darah di Bank Darah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, juga minim, jauh dari kebutuhan rata-rata, yakni hanya 16 kantong darah (10,6 persen). Padahal, rata-rata kebutuhan dapat mencapai 150 kantong darah per bulan. Keluarga pasien harus mengusahakan sendiri untuk mencari darah.

”Yang tersedia hari ini hanya stok golongan darah A, B, dan O. Dalam suasana puasa seperti ini untuk mendapatkan donor juga tidak mudah. Donor dari kalangan Muslim umumnya baru bisa mendonorkan darahnya sehabis buka puasa atau pada malam hari,” kata dr Yosefa Lily dari PMI Ende, Sabtu.

Menurut pantauan di lapangan, stok darah di Bank Darah RSUD Ende pada Sabtu, pukul 13.00, hanya 16 kantong darah, yaitu untuk golongan darah A sebanyak lima kantong, golongan B sembilan kantong, dan dua kantong darah untuk golongan darah O. Tak ada stok untuk golongan darah AB.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.