Kompas.com - 31/07/2012, 18:47 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Proses pengadilan perang paten antara Samsung dan Apple di Amerika Serikat, dimulai Senin (31/7/2012) waktu setempat, yang diawali dengan pemilihan 10 anggota tim juri.

Selama beberapa pekan ke depan, Pengadilan Distrik Utara California bakal memutuskan siapa yang melanggar paten.

Pertarungan antara Apple dan Samsung di AS, dimulai ketika Apple menggugat Samsung di Pengadilan Federal San Jose, California pada tahun 2011.

Apple menuding tablet dan smartphone keluarga Galaxy mencontek desain dan teknologi software iPad dan iPhone.

Setelah 17 bulan menjalani masa pra-peradilan, proses hukum antar keduanya bakal memasuki tahap akhir. Taruhannya sangat besar, salah satu akan mengalami rugi miliaran dollar di AS, yang notabene adalah pasar penting bagi kedua perusahaan.

Baik Apple dan Samsung, telah menyerahkan berbagai dokumen ke pengadilan yang berisi segudang foto perangkat prototipe, email krespondensi antara kedua perusahaan, dan transkrip penuh deposisi dari saksi ahli.

Tuntutan

Melalui dokumen yang terkumpul, Apple berusaha membuktikan bahwa tablet dan smartphone Galaxy telah melanggar paten.

Apple menuntut Samsung membayar ganti rugi 2,5 miliar dollar AS atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran hak paten.

Sedangkan, Samsung berpendapat, Apple mencoba melumpuhkan kompetisi pasar agar terus mendapat keuntungan "selangit" dari penjualan produk.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.