AKSI KORPORASI

Selisih Kurs Membebani PT Indosat

Kompas.com - 01/08/2012, 02:41 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - PT Indosat Tbk menanggung kerugian bersih berjalan hingga semester satu 2012 sebesar Rp 86,74 miliar, dibandingkan laba berjalan tahun lalu sebesar Rp 759,18 miliar. Selisih kurs yang menjadi tanggungan Indosat sejak awal tahun ini masih terus membebani.

”Kami gembira melihat kuatnya pertumbuhan pendapatan pada kuartal kedua dan EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi). Namun, dikarenakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, kami mengalami kerugian yang tinggi dalam nilai tukar mata uang yang menyebabkan penurunan laba bersih cukup signifikan dalam kuartal ini,” kata Presiden Direktur dan CEO Indosat Harry Sasongko, di Jakarta, Selasa (31/7).

Laba bersih per saham Indosat turun sekitar 118,2 persen dibandingkan tahun lalu, dari sebesar Rp 133,33 pada semester pertama tahun 2011 menjadi Rp 24,26 pada semester pertama tahun ini. Pada triwulan pertama tahun 2012 anjlok hingga 96,5 persen menjadi Rp 16,7 miliar dari Rp 483,7 miliar pada periode yang sama tahun 2011. Manajemen perusahaan telekomunikasi telah menyatakan bertekad mengurangi nilai lindung (hedging) valuta asing.

Indosat mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 3,3 persen terhadap tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp 10,4 triliun dalam semester pertama tahun 2012.

EBITDA tumbuh sebesar 6,9 persen menjadi Rp 4,878 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 4,564 triliun dengan marjin EBITDA sebesar 47 persen.

Beban usaha Indosat naik sekitar 3,5 persen pada tahun ini. Hal ini terutama disebabkan peningkatan beban jasa telekomunikasi, depresiasi dan amortisasi, pemasaran, serta umum dan administrasi, diimbangi oleh penurunan beban karyawan.

Pendapatan seluler, data tetap (MIDI), dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 82 persen, 13 persen, dan 5 persen terhadap pendapatan usaha konsolidasi perseroan.

”Matriks utama operasional menunjukkan kami bergerak ke arah yang benar. Semester kedua tahun ini kami akan mencapai pertumbuhan pendapatan lebih baik,” kata Harry. (BEN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.