Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/08/2012, 08:40 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com — Persidangan sengketa hak paten antara Apple dan Samsung di AS telah berlangsung sejak awal Agustus ini. Kedua pihak dipersilakan mendatangkan beberapa saksi dan saksi ahli. Apple berani membayar 75.000 dollar AS (sekitar Rp 700 juta) untuk saksi ahli agar memberi keterangan di persidangan.

Salah satu saksi ahli yang didatangkan Apple pekan lalu adalah Peter Bressler, seorang ahli teknologi yang menemukan dan menjadi pendamping penemu sekitar 70 paten desain.

Dalam persidangan, Bressler memberi kesaksian yang memberatkan Samsung. Ia mendukung argumen Apple yang menuding smartphone dan tablet keluarga Galaxy dari Samsung mencontek desain iPad dan iPhone.

Di tengah persidangan, pengacara Samsung, Charles Verhoeven, mengajukan pertanyaan kepada Bressler tentang bayaran yang sejauh ini ia terima dari Apple untuk menjadi saksi ahli di persidangan.

"75.000 dollar AS," jawab Bressler.

Jumlah ini adalah bayaran satu kali mendatangkan Bressler ke persidangan. Sementara proses hukum Apple versus Samsung di AS masih akan berjalan sekitar 3 pekan ke depan.

Pada 2013, Apple dan Samsung dijadwalkan bertemu lagi di pengadilan terkait gugatan hukum baru, yang masih berkutat soal hak paten desain dan teknologi software.

Kepada hakim dan juri persidangan, Verhoeven mengatakan bahwa Bressler telah menjadikan aktivitas saksi ahli sebagai mata pencaharian. Menurut Verhoeven, Bressler mengiklankan dirinya sebagai saksi ahli di sebuah situs web di AS.

Sidang Apple versus Samsung di Pengadilan Distrik Utara California bernomor 11-1846. Sepuluh anggota tim juri akan mendengar bukti-bukti yang dihadirkan di persidangan, dan pada akhirnya harus membuat keputusan siapa yang memenangi kasus ini.

Baik Apple maupun Samsung dipersilakan menghadirkan 20 saksi. Pekan lalu Apple mendatangkan beberapa petingginya dan saksi ahli ke persidangan. Pekan kedua ini barulah giliran Samsung yang mendatangkan para saksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.