Prioritas dalam Melunasi Beberapa Tagihan Kartu Kredit

Kompas.com - 09/09/2012, 00:12 WIB
EditorDini

T:
Tagihan beberapa kartu kredit saya nilainya puluhan juta saat ini, dan saya kesulitan untuk melunasi semuanya. Jumlah tagihan dari masing-masing kartu kredit ini berbeda, ada yang nilainya sampai Rp 30 jutaan (berikut bunganya), ada yang belasan juta, ada yang hanya Rp 2 juta. Sebaiknya, mana tagihan yang harus diprioritaskan (untuk dibayar), karena yang Rp 30 jutaan sudah empat bulan ini saya diamkan tetapi orang dari bank menelepon saya terus. Apakah lebih baik melunasi yang tagihannya paling rendah dulu? (Chandra, 36)

J:
Setiap transaksi perbankan yang kita lakukan akan tercatat dalam Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia. Catatan ini adalah track record yang akan memberikan gambaran bagi lembaga keuangan ketika melakukan penilaian terhadap status kredit kita. Oleh sebab itu, sangat penting dan wajib hukumnya untuk memahami setiap produk perbankan yang akan kita beli, dan hanya beli produk yang memang benar-benar kita pahami, termasuk kartu kredit.

Kartu kredit merupakan jenis pinjaman open-end yang berarti pinjaman yang tidak memiliki jangka waktu. Dampak dari pinjaman yang tidak memiliki jangka waktu adalah bunga utang akan terus dihitung sampai kapan pun selama saldo utang belum lunas. Dan karena pinjaman ini juga tidak beragunan, maka bunga yang dibebankan pun relatif lebih tinggi dibandingkan jenis kredit lainnya. Untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai urutan pelunasan utang kartu kredit, coba ikuti tips berikut ini;

1. Buatlah daftar saldo utang, mulai dari utang kartu kredit hingga KPR.

2. Urutkan bukan dari nominal saldo utang terbesar, melainkan dari beban bunga terbesar. Jika Anda ragu berapa biaya bunga yang sebenarnya dibebankan, hubungi call center dan mintalah ilustrasi besaran bunga bila Anda bertransaksi pada tanggal X dengan jumlah tertentu.

3. KHUSUS, karena dalam kasus ini utang pertama dengan saldo Rp 30 juta sudah dorman selama 4 bulan, maka utang ini harus menjadi prioritas pertama untuk segera dilunasi agar rapor kredit Anda tidak merah dan terhindar dari debt collector.

4. Lakukan negosiasi dengan pihak penerbit kartu kredit untuk minta program stop bunga. Dengan mengikuti program ini, utang Anda tidak akan terkena bunga berjalan. Tapi, bunga yang sudah terlanjur ditagih kepada Anda tidak bisa terhapus, lho!

5. Lakukan proses penutupan kartu kredit. Dengan kejadian yang menimpa Anda saat ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa limit kartu kredit yang Anda punya terlampau tinggi. Selain itu, sangat disayangkan sepertinya Anda belum dapat mengendalikan pengeluaran bulanan. Sehingga, jalan terbaik adalah menutup kartu kredit dan membuat keuangan Anda kembali sehat.

6. Gunakan seluruh aset investasi untuk membayar utang. Percuma kita memiliki aset investasi tetapi masih ada utang kartu kredit. Karena bunga berjalan dapat mencapai 60 persen setahun!

Live a Beautiful Life,
Prita Ghozie



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X