Kompas.com - 09/10/2012, 13:36 WIB
EditorReza Wahyudi

Justin Sullivan/Getty Images/AFP iPhone 5.

KOMPAS.com — Dari penelitian yang dilakukan oleh HealthyStuff.org bekerja sama dengan situs iFixit, diketahui kalau iPhone 5 lebih ramah lingkungan daripada Samsung Galaxy S III.

iFixit memberi ranking dengan nilai dari 0 hingga 5. Angka 0 berarti perangkat tersebut dibuat dengan komposisi bahan yang tidak berbahaya bagi lingkungan, sedangkan nilai 5 berarti perangkat tersebut terdiri dari bahan yang sangat berbahaya bagi lingkungan, seperti timah, brom, dan merkuri dengan konsentrasi yang tinggi.

Dikutip dari 9to5mac, iPhone 5 memiliki nilai 2,75, sedangkan Samsung Galaxy S III memiliki poin 2,99.

iFixit memasukkan iPhone 5 dalam zona hijau, sedangkan Samsung Galaxy S III ada di zona kuning.
iphone5_hscheman

(gambar: 9to5mac)

Memang iPhone 5 terbuat dari bahan-bahan seperti timah dan merkuri yang berbahaya bagi lingkungan. Namun, jumlah kandungan berbahaya tersebut tidak terlalu tinggi.

Hasil penelitian ini seperti ingin membuktikan komitmen Apple dalam mengurangi bahan berbahaya pada produknya.
screen-shot-2012-10-02-at-11-05-57-pm
Dari penelitian tersebut, diketahui kalau iPhone 2G ada di dasar daftar "perangkat dengan konsentrasi bahan yang tidak ramah lingkungan" dengan nilai maksimal, yaitu 5, sedangkan iPhone berikutnya pun ada di zona berbahaya dengan nilai 3,91.

Apple mulai membuktikan komitmen mereka lewat iPhone 4S. Perangkat tersebut bahkan lebih ramah lingkungan dari iPhone 5. iPhone 4S memiliki nilai 2,69.

Untuk mengetahui komposisi bahan kimia yang digunakan oleh perangkat-perangkat tersebut, peneliti dari HealthyStuff.org menggunakan teknologi X-ray fluorescense spectrometry.

iFixit dan HealthyStuff.org membandingkan 36 smartphone dalam penelitian mereka ini.

Kedua situs tersebut menobatkan Motorola Citrus sebagai smartphone paling ramah lingkungan dengan nilai 2,56.

Setiap tahunnya, ada 130 juta ponsel yang dibuang oleh pemiliknya. Ternyata, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 8 persen perangkat yang bisa didaur ulang. Sisanya, hanya menjadi sampah yang membahayakan lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.