Kompas.com - 06/11/2012, 15:50 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com - Layanan peta digital Apple Maps memang banyak dikritik penggunanya. Namun, siapa yang sangka layanan ini membuat rakyat dan pejabat Korea Selatan marah terkait sengketa kedaulatan pulau yang terletak di antara perairan Korea Selatan dan Jepang.

Media massa The Korea Times, melaporkan bahwa pemerintah Korea Selatan kesal dengan Apple Maps karena menggunakan nama lain untuk pulau Dokdo.

Pulau yang sedang disengketakan oleh Korea Selatan dan Jepang itu, oleh Apple Maps bisa diidentifikasi dengan kata kunci Dokdo (bahasa Korea), Takeshima (bahasa Jepang), bahkan Liancourt Rocks (bahasa Inggris)

Pemerintah Korea Selatan menginginkan agar Apple Maps hanya mengidentifikasi pulau tersebut dengan nama Dokdo.

"Kami protes ke unit Apple di Korea, karena Dokdo jelas-jelas merupakan bagian internal wilayah kami, referensi baru ini tidak dapat diterima dan Dokdo harus ditandai dengan penamaan Korea di manapun pencariannya," ujar seorang pejabat Korea Selatan.

"Meskipun Apple adalah organisasi swasta, ini merupakan masalah bagi pemerintah Korea Selatan dan kita tidak boleh kebobolan."

Antara Korea Selatan dan Jepang, masih bersengketa soal kedaulatan pulau tersebut. Pulau ini terdiri atas 2 pulau besar dan 35 pulau kecil.

Pemerintah Jepang pun bersikeras mengklaim bahwa pulau-pulau itu masuk dalam wilayahnya, dan terus menekan penggunaan nama Takeshima.

Tak hanya Apple yang diprotes oleh pemerintah dan rakyat Korea Selatan, layanan peta Google Maps juga diminta menggunakan nama Dokdo untuk pulau-pulau tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.