Kompas.com - 13/11/2012, 16:05 WIB
EditorErvan Hardoko

JERUSALEM, KOMPAS.com — Anjing menjadi pelacak bahan peledak atau narkoba? Itu sudah biasa. Bagaimana jika tikus yang bertugas melacak benda-benda berbahaya itu? Tikus pelacak, inilah yang sedang dikembangkan sebuah perusahaan Israel, Tamar Group.

Perusahaan ini menggunakan tikus-tikus terlatih yang diperlengkapi sebuah sensor biologis yang bisa mendeteksi detak jantung, pola pernapasan, dan hal-hal lain dari si tikus.

Hewan pengerat ini dilatih untuk bereaksi saat mereka mencium bahan peledak atau obat-obatan terlarang. Reaksi mereka saat menemukan benda-benda ini kemudian direkam komputer. Jika tikus itu mendeteksi sesuatu, petugas keamanan terdekat akan diperingatkan.

"Indera hewan jauh lebih peka ketimbang manusia dan berbagai alat sensor ciptaan manusia," kata CEO Tamar Group Boaz Hayun kepada harian The Times of Israel.

"Sistem kami mengubah hewan menjadi sensor biologi, menggunakan tikus laboratorium terlatih dan memantau reaksi mereka ke stimulus luar," papar Hayun.

"Tikus-tikus ini ditempatkan di jalan masuk sebuah pos pemeriksaan dan saat mereka mendeteksi sesuatu yang mencurigakan, sensor yang merekam reaksi mereka akan menyampaikan reaksi itu ke komputer dan memperingatkan patugas keamanan," tutur dia.

Saat ini, sistem keamanan menggunakan tikus sedang dipamerkan dalam sebuah konferensi keamanan di Tel Aviv, Israel.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.