Kompas.com - 17/11/2012, 16:05 WIB
EditorErvan Hardoko

GAZA CITY, KOMPAS.com — Serangan udara Israel mengenai kantor pusat para pemimpin Hamas di Gaza dalam serangan yang telah berlangsung selama empat hari di wilayah tersebut.

Saksi mata melaporkan, kerusakan parah terjadi pada gedung yang dikunjungi Perdana Menteri Mesir Hisham Qandil pada Jumat (16/11/2012).

Koresponden BBC melaporkan, suara gemuruh terdengar di udara Kota Gaza menyusul serangkaian serangan yang menyebabkan ledakan pasa Sabtu (17/11/2012) sebelum fajar.

Selain itu, serangan juga terjadi di sekitar Kota Gaza setelah pukul lima pagi, dengan target gedung kabinet Hamas.

Wartawan BBC Jon Donnison menulis dalam Twitter, "Lima serangan udara besar sekarang mengguncang kamar saya. Terasa dekat."

Sementara  itu militer Israel mengatakan, serangan yang terjadi sejak tengah malam itu menargetkan 85 lokasi.

Setidaknya 29  warga Palestina dan tiga penduduk Israel tewas dalam pertempuran yang terjadi sejak Israel menewaskan kepala militer Hamas, Rabu lalu.

Serangan darat

Israel telah menempatkan sekitar 75.000 tentara cadangan di tengah spekulasi akan adanya pertempuran darat.

Menurut kabar yang beredar, pertempuran darat akan segera dilakukan, tetapi pejabat Israel mengatakan belum ada keputusan yang dibuat mengenai hal itu.

Israel telah menutup akses di tiga pintu masuk Gaza pada hari Jumat; dan menyebutkan telah mengirimkan 16.000 tentara cadangan, sementara pejabat mengatakan telah memobilisasi 75.000 tentara cadangan lainnya.

Militan dan warga sipil, termasuk setidaknya tujuh anak-anak, dari pihak Palestina tewas selama dua hari serangan oleh Israel, seperti disampaikan Hamas.

Pemimpin militer Hamas Ahmed Jabari tewas dalam serangan Isarel pada Rabu lalu. Dan seorang pemimpin pasukan senior tewas pada Jumat (16/11/2012), seperti disampaikan pejabat.

Dua  perempuan Israel dan seorang pria tewas ketika sebuah roket mengenai sebuah bangunan di bagian selatan kota Kiryat Malachi pada Kamis, menurut keterangan pejabat setempat.

Sebelum serangan terjadi, Israel telah berulang kali melakukan serangan udara ke Gaza dan militan Palestina meluncurkan roket melewati perbatasan wilayah mereka.

Jumat (16/11/2012), Hamas mengatakan telah menembakkan roket ke Tel Aviv dan Yerusalem: koran Haaretz mengatakan bahwa peristiwa serangan roket ke Yerusalem itu untuk pertama kalinya terjadi sejak tahun 1970.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.