Kompas.com - 22/11/2012, 16:23 WIB
EditorReza Wahyudi
Samsung Samsung Galaxy Tab 2

JAKARTA, KOMPAS.com Firma Riset Pasar International Data Corporation mencatat pertumbuhan besar dalam angka pengapalan perangkat tablet di Indonesia.

Pada kuartal kedua tahun ini tercatat kenaikan sekitar 100 persen dibandingkan dengan  kuartal pertama, sementara di kuartal ketiga tercatat pertumbuhan sekitar 50 persen.

"Perkiraan saya, jumlah total shipment tablet di tahun ini  1,2 juta hingga 1,3 juta unit. Tahun depan, mungkin angkanya naik menjadi 2 juta unit hingga akhir 2013," ujar Market Analyst fro Client Devices Research International Data Corporation (IDC) Indonesia.

Menurut dia, pasar tablet didominasi perangkat Android yang pangsanya mencapai lebih dari 80 persen. "Sisanya iOS, perangkat Apple, platform-nya yang terlihat hanya dua itu."

Salah satu faktor pendukung perkembangan tablet di Indonesia, lanjut Darwin, adalah tingginya permintaan dari kalangan menengah di Indonesia. "Rising middle class, di Indonesia sendiri tablet dilihat sebagai bagian lifestyle, penggunaannya lebih ke arah gaming dan internet, bukan untuk membaca buku, misalnya."

Menurut Darwin, pertumbuhan tablet sedikit banyak akan berpengaruh ke penjualan PC karena masalah "wallet share" di mana konsumen akan lebih memilih tablet ketimbang PC atau notebook saat mencari perangkat untuk keperluan-keperluan ringan, seperti browsing dan mengakses media sosial.

Merek lokal sendiri disebut baru mulai efektif masuk pasar di kuartal dua dan tiga. Kebanyakan dari mereka, menurut Darwin lagi, masih "tasting the water" alias mencoba melihat respons pasar terlebih dahulu.

"Banyak pemain yang bersemangat masuk ke pasar tablet, salah satu sebabnya adalah karena sistem operasi Android yang bersifat open source bisa menekan ongkos produksi. Akan tetapi, saya khawatir bisa memicu perang harga," ujarnya.

Darwin mengatakan, perang harga ini bisa berakibat buruk ke user experience tablet kalau sampai mengorbankan kualitas. "Misalnya ada tablet 7 inci yang harganya 500 ribu, tetapi saat dipakai mengecewakan karena serba terbatas."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.