Kompas.com - 24/11/2012, 08:36 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com/Deliusno

JAKARTA, KOMPAS.com — Google secara resmi memulai proyek Street View di Indonesia. Google baru akan mengambil gambar untuk wilayah Kota Jakarta. Setelah selesai, lalu berpindah ke wilayah lain.

Layanan Google Street View ini mendapatkan sambutan sangat baik dari Pemerintah Indonesia. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Google Street View dapat memberikan gambaran bagi para turis terhadap daerah wisata di Indonesia.

Bahkan, menurut Mari, layanan ini dapat membantu kerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Di tengah begitu banyaknya manfaat yang ada, layanan ini masih menyimpan kekhawatiran, yaitu masalah privasi. Tidak semua orang yang tertangkap kamera dari mobil Google ini bersedia ditampilkan secara online.

Untuk mengatasi hal tersebut, Google membuat beberapa policy terkait masalah privasi ini.

"Setiap wajah dan pelat mobil yang hadir di layanan Google Street View ini akan diburamkan (blur)," kata Andrew McGlinchey, Product Manager Google, saat berbincang dengan KompasTekno, Jumat (23/11/2012).

Selain itu, Google menjamin kalau lebih dari 10 mobil mereka yang ada di Jakarta saat ini hanya mengambil gambar di tempat-tempat umum.

Foto-foto yang disajikan melalui layanan Google Street View ini pun tidak dihadirkan secara real-time.

Menurut McGlinchey, proses update layanan ini bisa saja dilakukan dalam 1 hingga 2 tahun setelah proyek selesai.

Bila pengguna merasa privasinya dilanggar, mereka bisa meminta Google untuk menghapus gambar dari suatu wilayah tertentu.

"Jika merasa privasinya terganggu, kirimkan saja permintaan penghapusan gambar ke tim Google beserta alasannya. Kemudian, tim kami akan segera melakukan review, dan secepatnya kami akan menghapus gambar tersebut," ujar McGlinchey.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.