Kompas.com - 10/12/2012, 10:28 WIB
EditorReza Wahyudi

POLICIA NACIONAL CIVIL / AFP Perintis piranti lunak anti-virus John McAfee dituduh melakukan pembunuhan atas seorang warga negara AS di Belize, Amerika Tengah.

KOMPAS.com — John McAfee, pendiri perusahaan perangkat lunak antivirus McAfee, ditangkap di Guatemala dan akan dideportasi ke Belize untuk dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan. McAfee mengatakan ingin kembali ke negara asalnya, Amerika Serikat.

"Tujuan saya adalah ingin kembali ke AS secepatnya. Saya berharap bisa mengemas tas dan pergi ke Miami," kata McAfee saat dihubungi Reuters lewat panggilan telepon di kantor imigrasi Guatemala, Sabtu (8/12/2012).

McAfee masuk ke Guatemala secara ilegal bersama pacarnya yang berusia 20 tahun. Ia ditangkap hari Rabu (5/12/2012) di sebuah hotel di ibu kota Guatamela City, lalu meminta suaka kepada pihak berwenang.

Namun, Pemerintah Guatemala menolak permintaan suaka itu. Pengacara McAfee lantas mengajukan banding untuk memblokir deportasi ke Belize, sebuah negara kecil di utara pantai timur Amerika Tengah, yang menjadi tempat tinggal McAfee selama tiga tahun terakhir.

Polisi Belize ingin meminta keterangan McAfee karena pria berusia 67 tahun ini dicurigai terlibat dalam kasus pembunuhan ekspatriat asal AS, Gregory Faull, pada 11 November lalu. Faull adalah tetangga McAfee di Belize yang ditemukan tewas di rumahnya dengan satu luka tembakan di kepala.

Faull yang berprofesi sebagai kontraktor bangunan sempat melaporkan McAfee ke polisi atas perbuatan tidak menyenangkan. Diduga, Faull tidak nyaman dengan suara dan tingkah anjing milik McAfee.

McAfee menyatakan dirinya tak terlibat dalam pembunuhan itu. Ia melarikan diri dari Belize lantaran takut dengan polisi yang akan menyiksa dan membunuhnya karena McAfee menolak memberi suap kepada pihak berwenang sebesar 2 juta dollar AS.

Perdana Menteri Belize menolak tuduhan McAfee itu dan menyebut McAfee paranoid.

Menanggapi pernyataan McAfee, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, warga AS yang berada di luar negeri harus tunduk pada hukum lokal. Departemen Luar Negeri AS hanya meminta agar warganya diperlakukan dengan baik dalam masalah hukum yang dijalani.

Pada 1994, McAfee memutuskan mundur dari perusahaan antivirus McAfee yang ia dirikan, lalu menjual seluruh saham yang dimiliki kepada perusahaan pembuat prosesor Intel Corp.

Sejak itu, McAfee tak lagi ingin kembali ke industri teknologi. Ia sempat jadi instruktur yoga, membangun usaha olahraga ekstrem, lalu banting setir meracik antibiotik di Belize. Perilaku McAfee digambarkan "tidak menentu" dalam beberapa tahun terakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Kebiasaan Pengguna yang Bikin HP Cepat Rusak dan Perlu Dihindari

7 Kebiasaan Pengguna yang Bikin HP Cepat Rusak dan Perlu Dihindari

Hardware
Tidak Bisa Terhubung ke WhatsApp Web? Lakukan Cara Berikut Ini

Tidak Bisa Terhubung ke WhatsApp Web? Lakukan Cara Berikut Ini

Software
Realme Narzo 50 5G dan Realme 9i Resmi Masuk Indonesia, Ini Harganya

Realme Narzo 50 5G dan Realme 9i Resmi Masuk Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Free Fire Maintenance, Ini Mode dan Senjata Baru yang Dijanjikan Setelah Selesai

Free Fire Maintenance, Ini Mode dan Senjata Baru yang Dijanjikan Setelah Selesai

Software
Telkomsel Bikin Platform Survei Digital tSurvey

Telkomsel Bikin Platform Survei Digital tSurvey

e-Business
Battlefield Mobile Sudah Bisa Dicoba di Indonesia untuk Pemain Terpilih

Battlefield Mobile Sudah Bisa Dicoba di Indonesia untuk Pemain Terpilih

Software
18 Daftar Tombol Shortcut WhatsApp Web yang Perlu Diketahui

18 Daftar Tombol Shortcut WhatsApp Web yang Perlu Diketahui

Software
Laptop dengan CPU Intel Gen 12 Alder Lake Mulai Dijual di Indonesia

Laptop dengan CPU Intel Gen 12 Alder Lake Mulai Dijual di Indonesia

Internet
Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan secara Online via Aplikasi Mobile JKN

Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan secara Online via Aplikasi Mobile JKN

e-Business
Ini Penyebab Kenapa Tidak Bisa Masuk Instagram dan 7 Cara Mengatasinya

Ini Penyebab Kenapa Tidak Bisa Masuk Instagram dan 7 Cara Mengatasinya

Software
Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai Rp 2.139 Triliun pada 2025

Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai Rp 2.139 Triliun pada 2025

e-Business
LinkAja Tanggapi Kabar PHK Ratusan Karyawan: Ada Reorganisasi SDM

LinkAja Tanggapi Kabar PHK Ratusan Karyawan: Ada Reorganisasi SDM

e-Business
Instagram Error Hari Ini, Muncul Notifikasi 'Feedback Required Instagram Login'

Instagram Error Hari Ini, Muncul Notifikasi "Feedback Required Instagram Login"

Software
Cara Beli Tiket Westlife 2023 via Online, Ini Jenis Tiket dan Harganya

Cara Beli Tiket Westlife 2023 via Online, Ini Jenis Tiket dan Harganya

e-Business
Layanan Berlangganan PS Plus Baru yang Mirip Xbox Game Pass Sudah Tersedia di Indonesia

Layanan Berlangganan PS Plus Baru yang Mirip Xbox Game Pass Sudah Tersedia di Indonesia

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.