Menyusul HTC, Motorola Tutup Kantor di Korea

Kompas.com - 11/12/2012, 15:07 WIB
EditorReza Wahyudi

Boy Genius Report Motorola

KOMPAS.com - Motorola Mobility akan menutup kegiatan operasionalnya di Korea Selatan pada 2013. Langkah ini dilakukan untuk efisiensi dan meningkatkan profit perusahaan.

Kabar itu beredar dari sebuah memo yang ditulis dalam bahasa Korea, Senin (10/12/2012). "Langkah ini adalah bagian dari upaya restrukturisasi global yang terus dilakukan perusahaan induk Motorola Mobility, yaitu Google, yang mengakuisisi Motorola Mobility awal tahun 2012 sebesar 12,5 miliar dollar AS," demikian isi memo tersebut seperti dikuti dari ZDNet.

Juru bicara Motorola membenarkan kabar itu, dan telah menginformasikannya kepada karyawan di tanah kelahiran Samsung tersebut. Motorola akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 500 karyawan, namun tetap memberi kompensasi.

Divisi yang akan ditutup antara lain divisi pemasaran perangkat mobile konsumen, dan divisi penelitan dan pengembangan. Karena tak ada lagi orang pemasaran, Motorola tak lagi menawarkan ponsel pintar di Korea Selatan. Hingga tahun 2013, Motorola masih menyisakan 10% karyawan lokal dari divisi penelitian dan pengembangan.

"Perubahan di Korea mencerminkan rencana kami untuk mengkonsolidasikan penelitian global dan upaya pengembangan untuk mendorong kolaborasi dan untuk memusatkan perhatian lebih pada pasar di mana kita akan memantapkan posisi untuk bersaing secara efektif," kata juru bicara.

Sementara itu, rumah bisnis dan divisi Integrated Digital Enhanced Network Motorola (iDEN) akan tetap beroperasi di negeri K-Pop tersebut.

Motorola Mobility memiliki sekitar 4.000 karyawan di luar AS. Sejak diakuisisi Google, Motorola memotong sepertiga dari 90 kantor di seluruh dunia sebagai upaya efisiensi. Perusahaan juga menutup semua situs web pada November 2012.

Beberapa perusahaan teknologi besar telah mengundurkan diri dari tanah air Samsung. Produsen ponsel pintar HTC resmi menutup kantor di Korea Selatan pada Juli 2012 lantaran penjualan ponsel yang rendah.

Demkian juga dengan Yahoo yang undur diri pada akhir tahun 2012. Meski tak menyebut alasan rinci penutupan kantor, tapi Yahoo menyebutkan adanya "tantangan terhadap pertumbuhan" yang membuat pekerjaan di Korea Selatan menjadi sangat sulit.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X