Kompas.com - 19/12/2012, 07:39 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com — Instagram mengubah Kebijakan Privasi dan Syarat Layanan yang berhubungan dengan hak kekayaan intelektual. Mereka mengklaim punya hak untuk menjual foto pengguna tanpa membayar dan pemberitahuan.

Kebijakan ini berlaku mulai 16 Januari 2013, atau 8 bulan setelah Instagram diakuisisi Facebook pada Mei 2012. Mungkinkah ini langkah Facebook meraup keuntungan dari Instagram?

Di bawah kebijakan baru itu, Facebook tampak mengklaim hak abadi atas lisensi foto publik di Instagram. Foto itu rencananya akan dikomersialkan untuk perusahaan dan organisasi lainnya, termasuk untuk tujuan periklanan.

Berikut adalah kutipan dari Syarat Layanan baru Instagram:

Dengan ini, Anda memberikan lisensi yang berlaku di seluruh dunia pada Instagram secara non-eksklusif, telah terbayar penuh, bebas royalti, bisa dipindahkan, bisa dilisensikan ulang, untuk menggunakan konten yang Anda sampaikan di atau melalui layanan ini.

Untuk membantu kami menghadirkan konten berbayar ataupun promosi, Anda mengizinkan bisnis atau organisasi lain membayar kami untuk menampilkan username milik Anda, kecenderungan, foto (termasuk metadata yang terkait), dan/atau aktivitas yang Anda lakukan, terkait dengan konten sponsor atau berbayar, tanpa kompensasi untuk Anda.

Jika pengguna tak menghapus akun sebelum 16 Januari 2013, mereka dianggap menyetujui persyaratan baru; dan jika pengguna tetap mengunggah foto ke Instagram atau menghapus akunnya setelah tenggat waktu, pengguna dianggap memberi hak kepada Facebook dan Instagram atas foto tersebut.

Kebijakan ini sontak mendapat protes dari pengguna Instagram. Facebook seakan ingin menjadikan Instagram sebagai situs agen foto. Penulis sekaligus pengembang perangkat lunak Reginald Braithwaite menilai, pengguna Instagram saat ini hanyalah sapi perah yang memproduksi foto, untuk kemudian dijual oleh Facebook dan Instagram kepada pihak ketiga.

Benarkah demikian?

Hal itu dibantah oleh pendiri Instagram, Kevin Systrom. "Jelas saja, bukanlah niatan kami untuk menjual foto Anda," sebut Kevin dalam sebuah posting blog yang dikutip BBC.

Menurutnya, telah terjadi kesalahan dalam berbahasa (dalam penyusunan Syarat Layanan yang baru) dan akibatnya pengguna jadi bingung.

"Kami sedang menyusun cara penyampaian yang baru dalam persyaratan itu agar hal ini menjadi jelas," kata Systrom.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.