Facebook dkk Dirayu "Masuk" Indonesia

Kompas.com - 28/12/2012, 07:45 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

Selain itu, keberadaan data center milik perusahaan internet global di Indonesia juga dapat menekan biaya bandwidth internet ke luar negeri yang harus dibayar penyedia jasa internet lokal atau internet service provider (ISP).

Dimitri menjelaskan, biaya bandwidth ISP bisa ditekan kalau Google, Facebook, dan lainnya menempatkan data center di Indonesia. Ini karena jaringannya langsung berhubungan dengan data center di Indonesia.

Director and Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer mengatakan, 80 persen trafik data lari ke luar negeri untuk mengakses konten dari situs dan layanan asing. "Ini sama saja kita menghantarkan uang ke luar negeri," ujar Erik dalam diskusi telekomunikasi.

Pemerintah diharapkan mampu melakukan pendekatan dengan perusahaan internet global agar mau membangun data center di Indonesia. Direktur Utama Telkomsel Alex Janangkih Sinaga berpendapat, pemerintah perlu memberikan intensif pajak, bantuan, dan kemudahan regulasi bagi perusahaan internet global yang ingin membangun data center.

Selain data center dan disaster recovery center, dalam Pasal 17 Ayat 1 juga disebutkan, penyelenggara sistem elektronik untuk pelayanan publik wajib memiliki rencana keberlangsungan kegiatan (business continuity management) untuk menanggulangi gangguan atau bencana sesuai dengan risiko dari dampak yang ditimbulkannya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X