Kompas.com - 01/01/2013, 14:23 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

JAKARTA, KOMPAS.com - Komputer jinjing netbook sempat jadi primadona pada 2008 silam. Bentuk mungil, bobot ringan, dan harga bersahabat. Tapi netbook tak mendukung dari sisi performa, banyak orang dibuat sakit hati saat memakainya.

Produsen komputer Dell asal Amerika Serikat, pertama kali menyatakan diri untuk berhenti memproduksi netbook pada Desember 2011. Langkah Dell diikuti produsen lain, seperti Samsung, Sony, Toshiba, dan Hewlett Packard (HP).

Asus menyusul pada September 2012 lalu untuk berhenti memproduksi netbook seri Eee PC yang memakai prosesor Intel Atom pada akhir 2012. Acer dan Micro-Star International (MSI) juga berencana tak merilis produk netbook lagi.

Performa! Inilah alasan utama mengapa netbook mulai ditinggalkan. Ia hanya dibekali prosesor Intel Atom yang sebenarnya agak kewalahan jika dipakai membuka aplikasi yang memakan banyak memori. Ditambah lagi jika Anda membuka banyak aplikasi, maka bersiaplah untuk menunggu agak lama, dan semoga saja netbook Anda tidak hang.

Papan ketik (keyboard) yang mini juga jadi salah satu alasan seseorang menghindari netbook, ia hanya mendukung pekerjaan mengetik dan produktivitas skala kecil.

Ukuran dan resolusi layar netbook tak mendukung grafis beresolusi tinggi. Jangan harap netbook mampu memainkan game kelas berat atau memutar video HD. Layar kecilnya membuat mata cepat lelah. Terlebih jika dipakai untuk membuka browser internet, ruang halaman situs web banyak terpotong oleh toolbar dan status bar browser. Ini sungguh menyiksa bagi orang tua, mereka harus melihat dalam jarak dekat agar bisa membaca teks.

Kebanyakan netbook hanya beresolusi 1.024 x 600 pixel. Dengan resolusi itu Anda tak bisa menjalankan Windows 8, karena sistem operasi terbaru Microsoft ini butuh resolusi layar minimum 1.366 x 768 pixel.

Eksistensi netbook mulai dipertanyakan sejak kehadiran komputer tablet pada 2010 lalu. Permintaan netbook di negara maju mulai turun. Pasar potensialnya diarahkan ke negara berkembang macam Indonesia untuk segmen pasar menengah ke bawah. Tak sedikit warga Indonesia yang membeli netbook sebagai komputer pertama dan utama.

Tapi, di Indonesia sendiri, pengiriman komputer pribadi (personal computer/PC) mulai menurun pada kuartal 2 tahun 2012. Menurut lembaga riset IDC Indonesia, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat membuat segmen korporat menunda pembelian perangkat komputer, sejumlah proyek publik pun ikut tertunda.

Digempur tablet

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

    Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

    e-Business
    Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

    Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

    Software
    Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

    Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

    Internet
    Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

    Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

    e-Business
    Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

    Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

    e-Business
    Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

    Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

    Gadget
    Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

    Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

    Software
    Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

    Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

    Gadget
    Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun 'Bot', Bos Twitter Menjelaskan

    Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun "Bot", Bos Twitter Menjelaskan

    Internet
    Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

    Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

    Gadget
    Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

    Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

    Software
    Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

    Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

    Software
    Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia 'Belum Panas'

    Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia "Belum Panas"

    Internet
    Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

    Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

    Internet
    Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

    Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

    Gadget
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.