Samsung Beringsut dari Android, Google Siapkan XPhone?

Kompas.com - 09/01/2013, 09:28 WIB
EditorReza Wahyudi

Wicak Hidayat/Kompas.com

KOMPAS.com — Samsung, produsen perangkat Android terbesar di dunia, merasa telah memiliki posisi kuat di pasar smartphone sehingga berencana melakukan ekspansi dengan merilis ponsel bersistem operasi Tizen.

Dikutip dari ArsTechnica, langkah Samsung ini disinyalir merupakan reaksi dari akuisisi Google atas Motorola Mobility pada 2011 lalu.

Seperti Android, Tizen adalah sistem operasi open-source yang sudah digunakan di perangkat tablet, ponsel, sistem hiburan di kendaraan, dan Smart TV. Pangsa pasarnya memang masih jauh dibandingkan Android ataupun iOS, tapi sistem operasi ini bersaing dengan platform open-source lain seperti Sailfish dan Ubuntu untuk smartphone, yang baru diperkenalkan.

Keadaan Tizen tersebut bisa berubah banyak dengan sokongan Samsung, yang merupakan salah satu produsen smartphone dengan laba paling besar di dunia. Kuartal ketiga 2012 lalu, Samsung memiliki penguasaan pasar sebesar 35 persen dan mengapalkan 56,9 juta smartphone.

Meski meraih sukses besar dengan Android, Samsung agaknya tak pernah merasa puas dengan sistem operasi tersebut. Produsen asal Korea Selatan ini, misalnya, selalu menerapkan skin interface TouchWiz UI di semua perangkat Android miliknya, kecuali seri Nexus yang dibuat melalui kerja sama dengan Google.

Tizen, yang dibentuk oleh eksekutif dari Intel, Vodafone, dan Samsung sendiri, kemungkinan akan menawarkan fleksibilitas lebih tinggi untuk Samsung ketimbang Android yang dimiliki oleh Google.

Samsung berencana merilis beberapa model ponsel Tizen sekaligus pada 2013, tetapi produk-produk tersebut akan dijual terbatas di pasar negara-negara Timur. Apabila sukses, penjualan produk Tizen dari Samsung baru akan dilebarkan ke pasar negara-negara Barat.

DoCoMo, operator seluler Jepang yang menjadi partner keempat Tizen, kemungkinan akan menjadi operator pertama yang menerima produk-produk berbasis Tizen dari Samsung.

Langkah Samsung mengambil jarak dari Google mungkin kurang menyenangkan buat raksasa internet pemilik Android tersebut. Akan tetapi, bisa jadi ini merupakan kesempatan bagi Google untuk bangkit dengan perangkat yang dibuat oleh Motorola, seperti misalnya X Phone yang rumornya beredar belakangan ini.

Google sendiri sejak kali pertama mengakuisisi Motorola menekankan bahwa produsen perangkat tersebut tak akan dianak-emaskan di antara vendor Android lainnya. Selama ini Motorola belum pernah menjadi partner ponsel flagship Android (Nexus).

Menjauhnya Samsung yang pernah menjadi rekanan Google dalam menelurkan dua model Nexus justru berpotensi memberikan kesempatan bagi Motorola untuk tampil dengan XPhone yang disebut-sebut ditujukan sebagai lawan iPhone dari Apple.

Apakah hal ini akan benar terjadi? Kalaupun menjadi kenyataan, bisakah kolaborasi Google dan Motorola mengekor kesuksesan Samsung dengan seri Galaxy S miliknya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.