Indonesia Tumbuh Cepat di LinkedIn

Kompas.com - 10/01/2013, 17:10 WIB

AFP PHOTO/STAN HONDA Pendiri Linkedin Reid Garrett Hoffman (tengah) dan CEO Jeff Weiner (kedua dari kanan) saat penawaran saham perdana di the New York Stock Exchange, 19 Mei 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jejaring sosial profesional LinkedIn baru saja mengumumkan telah memiliki 200 juta pengguna di seluruh dunia, Rabu (9/1/2013). Indonesia, masuk dalam daftar negara dengan pertumbuhan pengguna tercepat.

Hal ini diungkapkan LinkedIn dalam sebuah publikasi di blog resmi. Sayangnya, perusahaan asal Mountain View, California, itu tak menyebut berapa jumlah pengguna LinkedIn di Indonesia saat ini.

Yang jelas, Indonesia berada di peringkat ketiga dalam daftar negara dengan pertumbuhan tercepat. Posisi satu dan duanya ditempati oleh Turki dan Kolombia.

Sedangkan dalam layanan di perangkat mobile, pertumbuhan pengguna LinkedIn terjadi di China, Brazil, Portugal, India, dan Italia.

Besar kemungkinan, pertumbuhan pengguna LinkedIn di tanah air terjadi setelah jejaring sosial itu menyediakan layanan dalam bahasa Indonesia pada Desember 2011.

Pada Februari 2012 lalu, LinkedIn sempat mengumumkan bahwa penggunanya di Indonesia telah mencapai 1 juta. "Mencapai 1 juta anggota dalam dua bulan setelah peluncuran situs berbahasa Indonesia adalah prestasi yang penting yang menunjukkan bahwa profesional di Indonesia tertarik untuk membangun citra profesional secara online di LinkedIn," kata Clifford Rosenberg, Managing Director LinkedIn Australia, Selandia Baru dan Asia Tenggara.

Di Indonesia, masih menurut data Februari 2012, ada tiga industri profesional dengan pertumbuhan tercepat, yaitu minyak dan energi, telekomunikasi, dan teknologi informasi & jasa.

Pengguna terbanyak per Januari 2013

Hingga Januari 2013, pengguna LinkedIn terbanyak berada di Amerika Serikat sebesar 74 juta penggua. India menempati posisi kedua dengan 18 juta pengguna.

Brazil dan Inggris berada di peringkat ketiga, di mana keduanya sama-sama memiliki 11 juta pengguna LinkedIn. Posisi keempat ditempati oleh Kanda dengan 7 juta pengguna.

Industri profesional terbesar di jaringan LinkedIn adalah teknologi dan layanan teknologi sebesar 4 juta, jasa finansial sebesar 2,03 juta, perguruan tinggi 1,95 juta, perangkat lunak komputer 1,65 juta, dan telekomunikasi 1,59 juta.

LinkedIn didirikan oleh Reid Hoffman pada Desember 2012 dan diluncurkan pada 5 Mei 2003. Hoffman pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), namun sekarang menjabat sebagai Chairman di LinkedIn. Kantor pusatnya berbasis di Mountain View, California, AS.

Selain Hoffman, LinkedIn juga turut dibangun oleh mantan karyawan PayPal dan Socialnet.com, seperti Allen Blue, Eric Ly, Jean-Luc Vaillant, Lee Hower, Konstantin Guericke, Stephen Beitzel, David Eves, Ian McNish, Yan Pujante, dan Chris Saccheri.

Sekarang, LinkedIn dipimpin oleh Jeff Weiner sebagai CEO, yang sebelumnya adalah eksekutif di perusahaan internet Yahoo!.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorWicaksono Surya Hidayat

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X