Kompas.com - 12/01/2013, 17:50 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Surat kabar Shanghai Evening News sempat memublikasikan hasil wawancara mereka dengan Phil Schiller, Senior Vice President Apple, pada ajang CES 2013, Jumat (11/1/2013).

Dalam wawancara tersebut, Schiller dengan tegas menyatakan Apple tidak akan mengembangkan smartphone yang lebih murah hanya demi mengejar market share.

"Meskipun smartphone dengan harga murah memang populer, ini tidak akan pernah menjadi masa depan dari produk Apple. Faktanya, walaupun market share Apple di pasaran smartphone baru mencapai 20 persen, kami memiliki 75 persen keuntungan," ucap Schiller pada artikel pertama.

Pernyataan tersebut sempat membuat heboh dunia teknologi. Pasalnya, setelah artikel tersebut muncul, banyak media besar yang memberitakan Apple akan meluncurkan iPhone low-end dengan harga murah demi menggaet pasaran negara berkembang. Pernyataan petinggi Apple tersebut seperti menyanggah rumor yang sudah banyak beredar tersebut.

Namun, tepat setelah satu hari artikel tersebut beredar, Shanghai Evening News, Sabtu (12/1/2013), kembali merilis artikel wawancara dengan Schiller, tetapi dengan beberapa perubahan. Dalam artikel baru ini, surat kabar asal China tersebut menghapus semua tautan referensi yang terkait dengan smartphone murah.

Komentar Schiller yang sudah disebutkan di atas pun diganti dengan pernyataan berikut ini, "Apple selalu fokus dalam menyediakan produk terbaik untuk konsumennya. Kami tidak akan secara membabi buta mengejar market share".

"Kami tidak akan mendiskusikan rencana untuk produk masa depan kami," lanjut Schiller dalam artikel baru tersebut.

Dengan berubahnya pernyataan dari Schiller ini pada artikel tersebut, bisa diartikan Apple tak pernah membantah atau menyangkal kabar keberadaan iPhone versi murah tersebut.

Evening News juga mengubah judul artikel tersebut dari "Apple Tidak Akan Mendorong Smartphone Murah demi Market Share" menjadi "Apple Ingin Menyediakan Produk Terbaik, Tidak Akan Membabi Buta Mengejar Market Share".

Hingga saat ini, masih belum diketahui mengapa Evening News akhirnya mengubah artikel tersebut. Salah satu dugaan yang banyak beredar adalah Evening News kurang tepat dalam menerjemahkan pernyataan dari Schiller.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.