Kompas.com - 18/02/2013, 12:05 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Meja kerja yang berantakan ternyata bukan cuma menunjukkan bahwa Anda malas bersih-bersih. Terbiasa membiarkan barang berantakan di atas meja kerja juga mengecilkan kemungkinan untuk meraih sukses di tempat kerja, demikian menurut penelitian National Health Service.

Jayne Morris, life coach dari NHS, mengatakan bahwa meja yang berantakan menunjukkan pikiran pemiliknya yang juga berantakan. Mereka yang bekerja di tengah-tengah kesemrawutan juga kecil kemungkinannya untuk menuntaskan pekerjaan, dan kelak jadi kurang sukses. Hal yang sama juga berlaku jika rumah atau kantor Anda acak-acakan, dan hanya menyimpan barang-barang di gudang.

"Meja yang tidak rapi penuh timbunan barang bisa menghambat Anda meraih kesuksesan yang Anda inginkan," ujar Morris.

Ada beberapa orang yang menjadi contoh dari analisa Morris ini. Bos Microsoft, Bill Gates, juga Richard Branson dan Donald Trump, juga dikenal sebagai orang yang sangat rapi. Morris, yang pernah bekerja dengan banyak tokoh terkenal, menambahkan, "Membersihkan timbunan barang dari meja memiliki kekuatan untuk mengubah bisnis Anda. Karena kekacauan di lingkungan luar Anda merupakan manifestasi fisik dari seluruh kekacauan yang ada dalam diri Anda."

Yang lebih penting, menurut Morris perempuan jatuh lebih berantakan ketimbang pria. Sebab, perempuan lebih suka menyimpan barang-barang "prentilan", dan butuh komitmen lebih besar untuk merapikan mejanya. Padahal, nggak susah kok membiasakan diri untuk merapikan meja kerja.

Apa saja yang sudah tidak terpakai seharusnya tidak disimpan di laci atau di atas meja, tetapi langsung dibuang. Menyimpan rongsokan di gudang, garasi, atau tempat apa pun di rumah, juga tidak membantu karena masih akan membuat Anda mengingatnya. Sebaliknya, membereskan meja dan filing cabinet di kantor setiap hari, akan langsung memberikan pengaruh positif untuk Anda.

"Hal-hal yang berguna dan menambahkan nilai dalam hidup Anda, akan memberikan energi positif yang bisa memperkaya kehidupan Anda," tambah Morris. Sebaliknya, hal-hal yang tidak Anda sukai, tidak pernah digunakan, dan tidak diperlukan lagi memiliki efek yang berlawanan pada energi Anda. Pendek kata, hal-hal yang tidak berguna untuk Anda hanya akan menguras energi Anda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.