Kompas.com - 18/02/2013, 13:51 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Onno W Purbo

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktisi telekomunikasi Onno W Purbo terus melanjutkan misinya memperkenalkan teknologi OpenBTS hingga ke berbagai belahan dunia.

OpenBTS merupakan teknologi alternatif untuk membangun BTS pada jaringan GSM dengan biaya terjangkau berbasis software.

Saat dihubungi KompasTekno, Senin (18/2/2013), Onno sedang berada di Oman untuk memberi wejangan implementasi teknologi OpenBTS, mulai dari software, hardware, hingga cara mengoperasikannya. Ia akan jadi pembicara di acara Free & Open Source Software Conference 2013 dan di Sultan Qaboos University.

Onno memang bukan penemu teknologi OpenBTS. Tapi ia dikenal sebagai pihak yang gencar mengembangkan teknologi tersebut. Hal inilah yang membuatnya sering menjadi pembicara di berbagai negara.

Open Base Transceiver Station, atau disingkat OpenBTS, adalah sebuah BTS jaringan GSM berbasis software open source, yang memungkinkan pengguna ponsel GSM untuk menelepon tanpa menggunakan jaringan operator seluler komersial. Pengguna yang terhubung dengan OpenBTS bisa melakukan panggilan telepon dan SMS tanpa jaringan operator seluler, alias gratis.

Nah, keunikan OpenBTS ini membuka peluang bagi masyarakat di daerah terpencil agar tetap bisa berkomunikasi lewat telepon atau SMS, tanpa bergantung pada jaringan operator seluler yang tak kunjung merambah wilayah mereka. Selain itu, teknologi ini sangat berguna di daerah pascabencana yang infrastruktur telekomunikasinya rusak.

Merakit OpenBTS ini ibarat membangun operator selular sendiri. Hanya saja, biayanya lebih terjangkau dan jangkauan sinyalnya terbatas.

Hardware

Ada beberapa alat dasar yang dibutuhkan untuk merakitnya, yaitu seperangkat komputer baik desktop ataupun laptop bersistem operasi Linux. Sistem operasi lain, seperti Windows atau Mac tidak bisa digunakan untuk menjalankan OpenBTS.

Untuk OpenBTS versi minimal, dibutuhkan hardware untuk memancarkan sinyal radio bernama Universal Sofware Radio Peripheral (USRP) dan dua jenis antena, yakni antena transmitter dan receiver.

USRP inilah yang menggantikan peran pemancar pada Base Transceiver Station (BTS) operator seluler komersial. Semuanya terkoneksi lewat port USB komputer. USRP versi minimal bisa didapatkan dengan harga Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.

Software

Setelah hardware, kini saatnya memasuki software. Semua software yang digunakan untuk mengoperasikan OpenBTS ini bisa diunduh secara gratis, dan semuanya merupakan software bersifat open source (terbuka).

Gunakan software GNU Radio, untuk mengendalikan USRP. Kemudian software OpenBTS, untuk mengontrol operasi BTS. Dan juga ada software sentral telepon bernama Asterisk.

Protokol yang digunakan oleh sentral telepon Asterisk adalah Session Initiation Protocol (SIP). Protokol macam ini juga dipakai oleh operator seluler komersial seperti Indosat, Telkomsel, XL, Axis, dan lain-lain.

Logika berpikir hardware USRP

Logika berpikir USRP dalam OpenBTS ini kira-kira seperti sound card pada komputer. Sebuah sound card harus diprogram agar mengeluarkan sinyal audio.

Nah, begitu juga dengan USRP yang diprogram agar mengeluarkan sinyal frekuensi radio selular. Selain sinyal selular, USRP ini bisa diatur untuk mengeluarkan sinyal AM, FM, ataupun sinyal TV. Semua sinyal itu diprogram melalui software.

Inilah yang menyebabkan OpenBTS bisa dirakit dengan harga yang murah. Karena pemancarnya diatur lewat software.

Jangkauan OpenBTS versi minimal ini hanya 5 sampai 10 meter saja. Karena, konsumsi listriknya hanya 100 mili watt. Jika daya amplifier-nya diganti menjadi 10 watt, seharga 120 juta rupiah (belum termasuk ongkos kirim), jangkauannya bisa mencapai 5 kilometer lebih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.