Kompas.com - 28/02/2013, 10:38 WIB
EditorReza Wahyudi


BARCELONA, KOMPAS.com
— Apakah inti kekuatan sebuah tablet atau ponsel pintar? Ya, prosesornya. Prosesor ibarat jantung pada manusia. Ia memberi kehidupan dan kekuatan pada beragam perangkat elektronik.
 
Jika Anda membeli perangkat elektronik, maka brand atau merek sejatinya bukan segalanya. Jika lebih jeli untuk mendapat perangkat digital yang baik, jeroannya jauh lebih penting ketimbang brand. Prosesor hanya salah satu jeroan yang berpengaruh signifikan terhadap kemampuan sebuah tablet.
 
Lalu, prosesor apakah yang paling powerfull saat ini? Jawabnya tentu subyektif. Setiap produsen prosesor pasti mengklaim produk mereka adalah yang terbaik. Nvidia punya Nvidia Tegra, Samsung punya Exynos, Intel punya Atom "Medfield", Mediatek punya MT6589, dan Qualcom punya Snapdragon.
 
Baru-baru ini, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2013, Januari lalu di Las Vegas AS, Qualcom meluncurkan prosesor terbaru mereka, Snapdragon 800, penerus Snapdragon 4S.
 
Raj Talluri, Senior Vice President Product Management Application Processors, dalam perbincangan dengan Kompas.com di sela-sela World Mobile Congress (WMC) 2013 di Barcelona, Selasa (26/2/2013), mengatakan bahwa prosesor mobile ini ditujukan bagi perangkat high-end. Kinerjanya 75 persen lebih baik dibanding produk sebelumnya, Snapdragon S4.
 
"Snapdragon 800 memberikan segala kebutuhan yang ingin Anda dapatkan dari sebuah tablet atau smartphone. Snapdragon 800 mendukung video dengan resolusi 4K, multichannel audio HD, juga Dolby Surround 7.1, dan koneksi LTE. Semuanya ada dalam sebuah chip," katanya sambil menjentikkan jari.
 
"Kalau Anda suka nonton film, maka Anda bisa membawa gedung bioskop Anda sendiri ke mana pun Anda pergi dalam sebuah tablet dengan prosesor Snapdragon 800," tambahnya.
 
Sejujurnya, saya sulit membayangkan apa yang dikatakan Talluri sampai saya masuk ke dalam Snapdragon Theatre di ajang WMC 2013. Snapdragon Theatre adalah sebuah kubus kecil yang dapat menampung sembilan penonton di atas kursi kulit yang empuk. Di depan terpampang sebuah televisi datar berukuran 90 inci yang terhubung dengan sebuah tablet berprosesor Snapdragon 800. Dari tablet itu diputar thriller film Star Trek Into Darkness. Potongan-potongan gambar bergerak cepat tanpa lag, jernih dan sangat tajam. Kualitas HD.

 

Heru Margianto/Kompas.com Pengunjung World Mobile Congress 2013 di Fira Grand Via, Barcelona, Spanyol, mengantre untuk masuk ke dalam Snapdragon Theatre.


 
.

Heru Margianto/Kompas.com Suasana di dalam ruangan teater.


 
Dari semua pertunjukan, yang paling menarik adalah pengalaman audio di ruangan itu. Dolby Stereo bekerja dengan baik memberikan pengalaman sinema yang sesungguhnya. Dinamika suara depan, samping, dan belakang bekerja sempurna, saling bersahutan.
 
"Kami ingin menunjukkan kepada Anda dukungan Snapdragon 800 pada Dolby Surround 7.1," kata pemandu di depan kami. Tak lama, layar di depan kami menampilkan iklan Dolby Surround 7.1. Audio di dalam ruangan terasa penuh dan bulat.
 
Setelah itu, pemandu ruangan meminta kami mengenakan headset Sennheiser yang tergantung di sisi kursi untuk merasakan pengalaman audio personal. Suara iklan yang sama terdengar, tapi saya merasa itu suara di dalam ruangan seperti sebelumnya tanpa headset. Pengalaman audio saya, mendengar suara di dalam ruangan dan mendengar suara dengan headset berbeda. Saya lantas mengangkat tangan, memberi kode setengah berseru, "headset saya mati."
 
Pemandu di depan saya tersenyum sambil menggoyangkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan. Beberapa kali ia melakukan hal serupa dengan telunjuknya. Rupanya sejumlah orang di ruangan itu merasakan hal yang sama dengan saya.
 
Seusai pertunjukan, ia meminta kami melepaskan headset. "Alat di telinga kalian tidak mati. Ia baik-baik saja," katanya sambil tersenyum.
 
Hah! Semua orang di dalam ruangan bergumam tidak percaya. "Mari kita coba sekali lagi. Silakan Anda melepas headset Anda kalau tidak percaya," ujarnya.
 
Lagi, suara iklan yang sama terdengar. Saya melepas headset saya. Ups, suara di dalam ruangan adalah musik hip-hop.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X