Kompas.com - 01/03/2013, 12:49 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

Chris Matyszczyk/ Cnet.com

KOMPAS.com — Inilah contoh pemanfaatan teknologi sebagai sarana melacak kejahatan.

Justine Betti, seorang siswi sekolah menengah atas Linden High School di Amerika Serikat, merasa kesal karena teman-temannya kerap kehilangan benda berharga yang disimpan di dalam tas.

Diduga, pencuri merogoh tas-tas itu ketika ditinggal di dalam locker selagi para siswa mengikuti pelajaran olahraga.

Betti pun berinisiatif menginvestigasi kasus kehilangan ini. Berbekal sebuah smartphone, dia bersembunyi di dalam locker serta memakai gadget tersebut untuk merekam video sebagai bukti identitas si pencuri.

Sebuah smartphone lainnya ditempatkan di locker yang berdekatan untuk merekam video tambahan.

Aksi maling yang tak menyangka sedang direkam pun tertangkap video smartphone. Ternyata, sang pencuri tak lain dan tak bukan adalah seorang guru wanita di sekolah itu.

"Padahal, dia dikenal sebagai guru yang baik sekali," ujar Betti ketika diwawancarai ABC News 10, seperti dikutip oleh Cnet. Awalnya, dia menduga pelaku pencurian adalah salah satu temannya.

Video pun dibawa ke kepala sekolah sebagai bukti. Guru yang bersangkutan kemudian diskors oleh pihak sekolah.
 
Selama ini, teknologi justru kerap dipakai sekolah-sekolah di Amerika untuk mengontrol perilaku murid. Kali ini, justru murid yang memanfaatkannya untuk "menjebak" guru. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.