Kompas.com - 08/03/2013, 10:51 WIB
EditorReza Wahyudi

newscientist.com Ilustrasi

 

KOMPAS.com - Biro Penyidik Federal AS (FBI) ternyata cukup sering "memaksa" Google untuk menyerahkan data sensitif dari pengguna layanan mereka.

Dengan menggunakan sebuah surat "sakti" bernama National Security Letters atau Surat Keamanan Nasional, FBI berhak meminta perusahaan penyedia layanan internet, seperti Google, untuk menyerahkan data-data pengguna layanan mereka. Bahkan, FBI tidak perlu meminta izin dari pengadilan untuk mengambil data-data tersebut.

Data yang "dikorek" oleh FBI dapat berbentuk informasi nomor telepon, alamat e-mail, situs yang dikunjungi, dan berbagai informasi lainnya yang dianggap relevan terhadap penyidikan.

Dikutip dari Wired, Jumat (8/3/2013), Google menyatakan, walaupun FBI bisa mendapatkan informasi mengenai nama, alamat, dan lain-lain, FBI tidak bisa menggunakan surat keamanan nasional untuk meminta informasi mengenai isi e-mail di GMail, pencarian yang dilakukan di Google, video YouTube, atau alamat IP pengguna.

Seberapa sering FBI meminta data-data sensitif dari Google? Ternyata cukup sering. Melalui sebuah situs, Google membeberkan hal tersebut. Dari tahun 2009 hingga 2012, Google telah menerima surat keamanan nasional sebanyak 0-999 kali.

Google

Selain itu, Google membeberkan jumlah akun yang dimintai informasinya berada di antara 1000 hingga 1999 akun di setiap tahunnya, kecuali di tahun 2010, di mana FBI meminta informasi sebanyak 2000-2999 akun.

Ada alasan tersendiri mengapa Google enggan untuk membeberkan angka yang sebenarnya.

"Anda akan menyadari bahwa laporan yang kami berikan merupakan rentang angka, bukan jumlah yang tepat. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi kepentingan FBI, Departemen Keamanan, dan agensi lainnya bahwa mengumumkan jumlah yang sebenarnya dapat membuka informasi mengenai penyidikan. Kami berencana untuk memperbarui angka tersebut secara berkala," kata Richard Salgado, Legal Director Google, dalam blog resminya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.