Kompas.com - 13/03/2013, 13:11 WIB
EditorErvan Hardoko

PYONGYANG, KOMPAS.com — Pemerintah Korea Utara, Rabu (13/3/2013), secara resmi membatalkan perjanjian gencatan senjata dengan Korea Selatan yang mengakhiri Perang Korea pada 1953.

Setelah membatalkan perjanjian itu, Korea Utara memperingatkan langkah selanjutnya adalah aksi militer "tanpa ampun" terhadap musuh-musuh negeri itu.

Pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Angkatan Bersenjata Korea Utara itu menambah serangkaian ancaman Pyongyang, dan membuat ketegangan di Semenangjung Korea mencapai titik tertinggi selama beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Korea Utara KCNA itu, Pyongyang mengatakan para penghasut perang sesungguhnya adalah Amerika Serikat dan "bonekanya", Korea Selatan.

"Mereka akan diingatkan bahwa perjanjian gencatan senjata sudah tidak berlaku dan (Korea Utara) tak lagi terikat dengan pakta non-agresi Utara-Selatan," kata seorang juru bicara Kementerian Angkatan Bersenjata Korea Utara.

Keputusan Pyongyang ini menjadi langkah konkret setelah pekan lalu mengancam akan membatalkan perjanjian gencatan senjata. Kedua Korea tidak pernah menandatangani perjanjian damai saat Perang Korea berakhir 1953. Alhasil, secara teknis, hingga saat ini kedua Korea masih dalam kondisi perang.

Secara teori, membatalkan gencatan senjata berarti membuka kembali pintu menuju aksi kekerasan. Namun, menurut sejumlah pengamat, ini bukan kali pertama Korea Utara menyatakan pembatalan gencatan senjata dan mengancam akan menyerang Korea Selatan. Namun, hingga kini ancaman Korut itu tak pernah terbukti.

Perjanjian gencatan senjata Korea disepakati Dewan Keamanan PBB, sehingga baik Amerika Serikat maupun Korea Selatan telah menolak keputusan sepihak Korea Utara itu.

"Dalam kesepakatan gencatan senjata, tidak diperkenankan pihak manapun membatalkan kesepakatan secara sepihak," papat juru bicara PBB, Martin Nesirky.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.