SEMENANJUNG KOREA

Pelaku Serangan "Cyber" ke Korsel Gunakan Alamat China

Kompas.com - 21/03/2013, 16:40 WIB
EditorErvan Hardoko

SEOUL, KOMPAS.com — Pemerintah Korea Selatan, Kamis (21/3/2013), mengatakan, setelah melacak pelaku serangan cyber terhadap sejumlah stasiun televisi dan bank, pemerintah menemukan sebuah alamat IP di China. Meski demikian, Korea Utara diyakini bertanggung jawab atas masalah ini.

Komisi Komunikasi Korea (KCC) mengatakan, serangan cyber terhadap Korea Selatan menggunakan alamat IP dari China untuk mengakses jaringan komputer yang diincar sebelum peretasan dilakukan.

"Penggunaan alamat IP China bisa menimbulkan berbagai asumsi," kata Direktur Kebijakan Jaringan KCC, Park Jae-moon.

"Dalam tahap ini, kami masih mencoba upaya terbaik kami untuk melacak asal serangan. Kami masih membuka semua kemungkinan," tambah Park.

Serangan cyber yang terjadi pada Rabu (20/3/2013) itu benar-benar memutus jaringan internet di stasiun televisi KBS, MBC, dan YTN, serta mengganggu layanan finansial dan melumpuhkan operasional Bank Shinhan, NongHyup, dan Jeju.

Jaringan internet dan komputer kembali beroperasi pada Kamis, tetapi sebagian komputer masih belum beroperasi.

"Untuk alasan geopolitis sangat aman bagi Korea Utara menggunakan alamat IP China untuk serangan semacam ini," kata pakar keamanan internet di Institut Riset dan Teknologi Informasi Korea (KITRI), Choi Yun-seong.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun, para peretas domestik dan asing lainnya juga bisa menggunakan cara yang sama. Jadi, kita tidak bisa langsung menyimpulkan Korea Utara yang mendalangi serangan ini," sambung Choi.

Sementara itu, China—yang adalah satu-satuya sekutu Korea Utara—menyatakan ditemukannya alamat IP penyerang jaringan komputer Korea Selatan di China tidak berarti apa-apa.

"Kami sudah mengatakan sebelumnya bahwa peretasan jaringan komputer dan internet adalah sebuah masalah global," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei.

"Kejahatan ini adalah kejahatan transnasional dan susah dilacak. Dengan menggunakan alamat IP negara lain, peretas bisa menyerang jaringan komputer negara tertentu dan ini adalah praktik yang biasa," tambah Hong Lei.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X