Kompas.com - 24/03/2013, 16:26 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

BlackBerry CEO BlackBerry Thorsten Heins memamerkan perangkat prototipe BlackBerry 10 dalam ajang BlackBerry World 2012 di Orlando, Florida, AS, Selasa (1/5/2012).

KOMPAS.com - Ada banyak upaya untuk menjadikan perangkat smartphone sebagai perangkat produktivitas layaknya PC. Upaya ini muncul seiring makin kuatnya kemampuan smartphone dan makin terikatnya seseorang dengan perangkat itu.

Salah satu vendor smartphone yang menginginkan hal itu adalah BlackBerry. Perusahaan Kanada itu juga berharap ponsel terbarunya dapat mempermudah hidup pengguna agar tak perlu lagi membawa perangkat tambahan.

CEO BlackBerry Thorsten Heins kepada stasiun televisi ABC, mengatakan, BlackBerry 10 terobsesi menjadi pusat komputasi, menggantikan laptop dan tablet. Ia pun berbicara tentang harapan BlackBerry 10 tahun ke depan.

"Kita berbicara tentang pengalaman komputasi mobile untuk pengguna. Anda hanya perlu membawa satu perangkat komputasi, maka Anda mendapat peripheral di sekitar dan membuat hidup Anda jauh lebih mudah daripada seperti sekarang yang harus membawa tablet, smartphone, laptop, dan di kantor memiliki desktop," ujar Heins seperti dikutip dari The Verge, Jumat (22/3/2013).

Ide semacam ini tak hanya dipikirkan oleh Heins dan BlackBerry. Beberapa produsen ponsel pintar telah memikirkan hal serupa, agar perangkat mobile yang berukuran lebih kecil dan ringan, mampu menggantikan peran komputer.

Motorola mencoba memberi solusi dengan menghadirkan Lapdock, sebuah produk aksesori dock keyboard dan layar menyerupai laptop kecil namun tak disertai prosesor, memori, atau media penyimpanan. Ponsel pintar akan berperan sebagai otak penggerak Lapdock, tentu saja dengan bantuan software.

Namun sayang, produk seperti ini kurang diterima pasar. Motorola menghentikan produksi Lapdock pada Oktober 2012.

Perusahaan Asus asal Taiwan, menawarkan konsep berbeda dalam lini produk Padfone. Perangkat ini terdiri atas ponsel pintar dan tablet bersistem operasi Android. Fungsi tablet tak bisa digunakan jika ponsel pintar tidak ditancapkan pada bagian belakang tablet.

Hingga kini Padfone sudah mencapai generasi kedua, namun perangkat ini belum bisa menembus pasar yang lebih luas.

Dari berbagai upaya itu, memang sejauh ini belum bisa dikatakan smartphone mampu menggantikan PC sepenuhnya. Namun, agaknya para produsen smartphone belum akan menyerah dalam waktu dekat. Tunggu saja kiprah berikutnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.