Tak Ada Lagi Foto Instagram dari Korea Utara

Kompas.com - 28/03/2013, 10:36 WIB
EditorReza Wahyudi

Instagram Kondisi Korea Utara yang diambil oleh turis

KOMPAS.com - Pemerintah Korea Utara telah menjalankan rencana mereka untuk menghadirkan layanan internet melalui jaringan data 3G pada awal Maret 2013.

Namun, belum sampai satu bulan fasilitas tersebut berjalan, pemerintah Korea Utara telah menarik layanan tersebut.

Hal ini terungkap dari sebuah situs travel perjalanan Koryo Tours. Dalam situsnya, perusahaan ini memberi pernyataan mengenai telah dihentikannya fasilitas internet 3G tersebut.

"Akses 3G sudah tidak lagi tersedia untuk turis Korea Utara. Kartu SIM tetap dapat dibeli untuk melakukan panggilan internasional, tetapi tidak ada jaringan internet yang tersedia," tulis Koryo Tours, seperti dikutip dari situs Slashgear, Rabu (27/3/2013).

Walaupun layanan internet lewat jaringan 3G ini sudah dimatikan, para pengguna tetap diizinkan untuk melakukan panggilan internasional dengan tarif 5 Euro per menitnya. Namun, turis tidak dapat melakukan panggilan suara ke negara tetangga Korea Selatan.

Alasan penghentian layanan internet

Belum ada informasi mengenai alasan di balik pencabutan fasilitas ini. Namun, beberapa orang menduga penghentian layanan tersebut disebabkan, sedang meningginya tensi antara Korea Utara dengan Korea Selatan terkait masalah serangan cyber.

Sekadar catatan, beberapa waktu lalu, server milik beberapa lembaga di Korea Selatan sempat diserang oleh peretas yang diduga berasal dari Korea Utara.

Selain itu, ada juga yang menduga, banyaknya informasi yang bocor terkait keadaan di negara Korea Utara, terpaksa membuat pemerintah negara menghentikan layanan internet ini untuk sementara.

Beberapa saat setelah layanan internet ini resmi berjalan, foto-foto mengenai kondisi keadaan kota-kota di Korea Utara, seperti Pyongyang, memang banyak beredar di dunia maya. Para turis mengambil foto di negara tersebut dan mulai mengunggahnya di situs jejaring sosial, seperti Instagram dan juga Facebook.

Layanan internet 3G ini awalnya disediakan oleh sebuah operator bernama Koryolink. Turis yang ingin memanfaatkan jaringan milik Koryolink tersebut bisa mendapatkan kartu SIM saat berada di bandara udara atau toko retail operator tersebut dengan harga 70 dollar AS.

Untuk berselancar di dunia maya, si turis harus merogoh kocek cukup dalam. Dikabarkan, paket data sebesar 2GB dijual dengan harga 150 Euro atau sekitar Rp 1,7 juta. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X