Warga AS Kini Enggan Jadi Karyawan, Indonesia Juga?

Kompas.com - 28/03/2013, 12:53 WIB
EditorReza Wahyudi

SHUTTERSTOCK

KOMPAS.com - Amerika Serikat merupakan negara yang berperan penting dalam sejarah technopreneurship dunia. Silicon Valley, lembah yang terletak di negara bagian California, AS, menyimpan banyak cerita sukses tentang technopreneurship.

Budaya inovasi dan technopreneurship yang berkembang di lembah yang menjadi markas bagi kampus-kampus ternama dan perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia itu tak hanya menginspirasi anak-anak muda di negeri Paman Sam, tetapi juga anak-anak muda di seluruh dunia.

Memiliki bisnis sendiri sudah menjadi sebuah “American dream”—mimpi orang Amerika. Belum lama ini, perusahaan software Intuit mengumumkan hasil studinya. Pada tahun 2020, lebih dari 40 persen tenaga kerja produktif di AS atau sekitar 60 juta orang akan bekerja sendiri.

Dikutip dari BusinessInsider, menurut hasil studi tersebut, kebanyakan penduduk di AS lebih memilih untuk bekerja sebagai freelancer, kontraktor, atau pengusaha. Studi itu pun menyimpulkan bahwa dalam tujuh tahun mendatang, jumlah usaha kecil di AS akan meningkat lebih dari 7 juta.

Hasil studi tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil studi yang dilakukan oleh Intuit, enam tahun yang lalu. Menurut studi yang mereka lakukan pada tahun 2007, seperti dikutip dari USAtoday, banyak orang Amerika merasa mentok dengan pekerjaan mereka. Lebih dari dua per tiga penduduk usia produktif di negeri itu berharap bisa segera resign (mengundurkan diri) dari pekerjaan mereka untuk merintis bisnis sendiri.

Studi itu menunjukkan bahwa sebanyak 67 persen orang Amerika selalu berpikir untuk keluar dari pekerjaaan kantoran, sebanyak 72 persen mengaku ingin memulai bisnis sendiri, dan sebanyak 84 persen merasa yakin akan lebih bersemangat dalam bekerja jika memiliki bisnis sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terpisah dari hasil studi-studi tersebut, Profesor Scott Shane, ahli di bidang ilmu entrepreneurial yang juga mengajar di Case Western Reserve University, menyebutkan beberapa alasan kenapa orang Amerika menyukai bisnis kecil dan ingin memiliki bisnis sendiri.

Dalam sebuah artikel di Entrepreneur.com, Profesor Shane menyebutkan bahwa menjadi entrepreneur merupakan impian orang-orang Amerika. Mereka menyukai gagasan bahwa perusahaan-perusahaan besar pasti berawal dari sebuah bisnis yang kecil.

Mereka juga menilai para pemilik usaha kecil adalah orang-orang yang jujur dan punya etiket bisnis yang baik, dibandingkan dengan para CEO perusahaan besar. Selain itu, banyak orang Amerika juga memandang usaha kecil adalah cara hidup kelas menengah di negeri mereka.

Technopreneurship di Indonesia

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.