Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/04/2013, 07:54 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

techradar.com

KOMPAS.com - Pernah dibuat bingung mengapa iPad generasi ketiga malah dinamai "New iPad", bukan "iPad 3" seperti pendahulunya yang memakai angka di belakang nama?

Kenapa pula  skema nama tersebut tidak berlaku untuk iPhone terbaru yang dinamai "iPhone 5", bukannya "New iPhone"?

Hal itulah yang disoroti oleh Ken Segall, mantan direktur kreatif agensi iklan Apple TBWA/Chiat/Day dalam sebuah tulisan.

Segall pernah bekerja sama dengan Steve Jobs selama enam tahun dalam masa-masa awal kebangkitan kembali Apple di dunia IT setelah pada 1997 pendiri Apple tersebut "pulang" ke perusahaan yang dirintisnya.

Segall berada di balik kampanye iklan "Think Different" dari Apple dan penamaan komputer "iMac" yang menjadi salah satu produk ikonik pertama dari Apple, paska kembalinya Steve Jobs. Segall kemudian bekerja sebagai konsultan Apple sampai 2008 silam.

Dalam tulisannya, Segall yang menulis buku Insanely Simple: The Obsession That Drives Apple's Success ini mengkritik skema penamaan produk Apple yang tidak konsisten dan membuat bingung pengguna. Hal lain yang tak luput dari perhatiannya adalah penamaan beberapa model iPhone yang memakai huruf "S" di belakang angka (misalnya iPhone 4S)

"Huruf 'S' situ memberi kesan lemah, seolah-olah produk itu hanya memiliki peningkatan-peningkatan kecil dibanding generasi sebelumnya," tulis Segall, seperti dikutip oleh Business Insider.

Huruf "S" di belakang angka itu juga disebut Segall sebagai sesuatu yang aneh. Akhirnya timbullah kesimpulan di kalangan publik bahwa iPhone yang memiliki akhiran "S" hanyalah model-model perantara yang dikeluarkan sebelum update signifikan berikutnya.

Lalu, seperti apakah baiknya penamaan produk iPhone ini? Segall menyarankan Apple agar membuang huruf "S" di belakang angka. "Saya sendiri tak tahu makna di balik huruf 'S' tersebut, tapi saya yakin bahwa perangkat ke- '6' pastilah lebih bagus dibanding yang ke-5." tulisnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.