Bukan Apple yang Bikin Steve Jobs Kaya Raya

Kompas.com - 09/04/2013, 19:37 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

Di masa itu, George Lucas sudah berkiprah sebagai pembuat film lewat perusahaan yang dia dirikan, Lucasfilm. Pada tahun 1970-an, Lucas merekrut beberapa staf dari NYIT untuk bergabung dalam tim divisi komputer-grafis di Lucasfilm, termasuk di antaranya adalah Catmull dan Smith. Di Lucasfilm, mereka diberikan tanggung jawab untuk mengurus soal algoritma pemrograman animasi.

Cerita berlanjut. Pada tahun 1983, John Lasseter dipecat dari pekerjaannya sebagai animator di Walt Disney Co. Catmull yang mengetahui hal itu, mengajak Lasseter untuk bergabung dalam timnya di Lucasfilm. Hal ini membuat Lasseter menjadi orang pertama yang menerapkan prinsip-prinsip animasi klasik ala Disney ke dalam animasi komputer.

Pada tahun 1980-an, bisnis animasi masih sangat sulit. Karena itu, pada tahun 1986, George Lucas memutuskan untuk merampingkan bisnisnya dan menjual divisi komputer-grafis kepada pembeli yang paling potensial, yakni Steve Jobs, co-founder Apple sekaligus pendiri perusahaan komputer NeXT. Jobs membeli bisnis milik Lucas tersebut seharga 5 juta dollar AS, lalu mengganti namanya menjadi Pixar.

Pada awalnya, Pixar masih merupakan perusahaan produsen komputer animasi. Sebelum menjadi studio animasi besar seperti yang kita kenal saat ini, Pixar harus melalui tahun-tahun penuh perjuangan dan mengalami kerugian hingga jutaan dollar.

Perusahaan ini memulai debutnya sebagai perusahaan animasi ketika mereka membuat film animasi pendek berjudul Luxo Jr. dan Tin Toy. Kedua film pendek ini pun awalnya dirilis hanya untuk membantu promosi dan penjualan produk komputer Pixar.

Tin Toy ternyata menuai sukses dan disukai banyak orang. Film ini memenangkan Academy Award untuk kategori film animasi pendek pada tahun 1988. Dari film ini, tim Pixar belajar bahwa aspek terpenting dalam membuat film animasi adalah ceritanya yang menarik—bukan teknik grafisnya.

Kesuksesan Tin Toy membuat Disney melirik Pixar untuk diajak bekerja sama. Akhirnya, pada tahun 1991, kedua perusahaan ini membuat perjanjian kerja sama. Pixar akan memproduksi tiga film animasi dan Disney akan mendistribusikan dan memasarkan film-film tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Film animasi pertama yang dihasilkan melalui kerja sama itu adalah Toy Story yang dirilis pada tahun 1995. Film ini sukses dan meraup penghasilan hingga ratusan juta dollar AS dari seluruh dunia. Seminggu setelah Toy Story dirilis, Pixar melakukan initial public offering (IPO) dan saham yang dimiliki Steve Jobs saat itu bernilai 1,1 miliar dollar AS.

Setelah Toy Story, film-film animasi 3D buatan Pixar kembali meraih sukses di layar lebar. Sebut saja A Bugs's Life (1998), Toy Story 2 (1999), Monsters Inc. (2001), Finding Nemo (2003), The Incredibles (2004), Cars (2006), Ratatouille (2007), WALL-E (2008), Up (2009), Toy Story 3 (2010), Cars 2 (2011), dan Brave (2012).

Pada tahun 2006, Disney membeli Pixar dengan nilai 7,4 miliar dollar AS. Akuisisi ini menempatkan Steve Jobs—yang tetap menjadi pemegang saham terbesar di Pixar—ke dalam jajaran direksi Disney. Sementara Lasseter menjadi Chief Creative Officer untuk Pixar dan Walt Disney Animation Studios dan Catmull menduduki posisi presiden di kedua studio animasi itu.

Sekarang, Pixar bukan hanya sekadar studio animasi. Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh perusahaan ini dapat kita nikmati di berbagai film layar lebar. Contohnya, seperti disebut dalam buku The Pixar Touch, adalah film Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest, The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch and The Wardrobe, Harry Potter and the Order of the Phoenix. Beragam efek khusus yang ada dalam film-film tersebut diciptakan menggunakan software buatan Pixar.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.