Kompas.com - 15/04/2013, 13:40 WIB
Penulis Susana Rita
|
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan sanksi kepada empat hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang menangani perkara gugatan pailit PT Telkomsel. Keempat hakim tersebut dinilai telah melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim yang ditetapkan MA dan Komisi Yudisial.

Informasi yang diperoleh dari Badan Pengawas MA menyebutkan, sebanyak 49 hakim dikenai sanksi, empat di antaranya adalah hakim niaga pada PN Jakarta Pusat. Mereka adalah SA, AI, NA, dan BI.

Ketua MA Hatta Ali, yang dikonfirmasi pada Senin (15/4/2013) mengatakan, empat hakim yang kenai sanksi adalah tiga hakim yang menangani perkara pailit Telkomsel dan satu hakim pengawas ketika putusan tersebut dilaksanakan. Menurut Hatta, keempat hakim itu dicopot dari jabatan sebagai hakim niaga di PN Jakarta Pusat dan dimutasi ke pengadilan negeri lain.

SA dijatuhi sanksi hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatannya sebagai hakim niaga pada Pengadilan Niaga di PN Jakpus dan juga dimutasi ke PN Jambi. AI dijuga dicopot dari jabatannya sebagai hakim niaga di PN Jakpus dan dimutasi ke PN Pekanbaru. Demikian pula dengan NA yang dimutasi ke PN Palembang. Sedangkan BI dimutasi ke PN Mataram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.