Kompas.com - 17/04/2013, 22:18 WIB
EditorErvan Hardoko

BOSTON, KOMPAS.com — Dua warga Arab Saudi yang terluka dalam tragedi bom Boston, Senin (15/4/2013), tidak menjadi tersangka pelaku pengeboman meski salah satu dari mereka sempat dijaga ketat aparat keamanan. Demikian pernyataan Kedutaan Arab Saudi di Washington DC, Selasa (16/4/2013).

Kedubes Arab Saudi mengatakan, dua warga negaranya, satu pria dan satu perempuan, terluka dalam tragedi itu. Sebelumnya, kepolisian Boston mengatakan, pemuda Arab Saudi berusia 20 tahun itu mendapatkan pengamanan ketat, tetapi tidak ditahan.

"Pemerintah AS kepada Kedubes mengatakan bahwa tak ada warga Arab Saudi yang menjadi tersangka dalam insiden bom Boston dan warga Arab Saudi itu ditanyai sebagai saksi bukan tersangka," kata Juru Bicara Kedubes Arab Saudi, Nail Al-Jubeir.

Keberadaan warga Arab Saudi kini selalu menjadi sumber perhatian utama media massa AS. Hal ini disebabkan 15 dari 19 pembajak yang mendalangi tragedi 11 September 2001 adalah warga negara Arab Saudi yang sejak lama menjadi sekutu AS.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.