Kompas.com - 18/04/2013, 02:47 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

BOSTON, KOMPAS.com — Penyidik yang berlomba memecahkan kasus pengeboman mematikan di Boston Marathon menyatakan ada "kemajuan signifikan" dalam penyidikan ini, tetapi belum ada penangkapan. Menurut konfirmasi FBI, belum ada penangkapan. Sebelumnya beberapa sumber CNN mengatakan sudah ada tersangka yang ditangkap berdasarkan analisis atas beberapa rekaman video di lokasi ledakan.

Salah satu sumber penegak hukum federal mengatakan kepada CNN bahwa "siapa pun yang mengatakan ada 'penangkapan', maka ia berbicara pada diri sendiri". Beberapa sumber federal mengatakan bahwa hal itu bahkan terlalu dini untuk mengatakan penyidik telah mengidentifikasi tersangka. Namun, beberapa sumber di Boston mengatakan kepada CNN bahwa mereka sudah mendapatkan data identifikasi yang jelas.

Simpang siur soal penangkapan pelaku ini terjadi sesudah para peneliti mengungkapkan rincian soal peledak apa yang digunakan dan seperti apa peledak itu disusun. Ledakan di Boston pun diduga tak berkaitan dengan surat beracun yang dialamatkan pada Presiden Barack Obama.

Dua ledakan terjadi di sekitar garis finis Boston Marathon, Senin (15/4/2013) petang waktu setempat. Tiga orang tewas dan lebih dari 170 orang terluka, dengan 17 di antaranya kritis.

Salah satu bahan peledak diduga diletakkan dalam sebuah pressure cooker yang berada dalam sebuah tas ransel, berdasarkan pernyataan sementara dari FBI. Di dalam bahan peledak ini, diduga ada beragam pecahan benda. Peledak kedua juga diletakkan dalam satu wadah logam, tetapi FBI menyatakan tidak bisa dipastikan apakah benda itu juga adalah pressure cooker.

Pemerintah Amerika Serikat sudah mengingatkan para penyidik federal bahwa pada masa lalu para teroris dapat mengubah tekanan kompor menjadi bom. Cara yang dipakai adalah dengan melapisi alat tersebut dengan bahan peledak, kemudian memasangkan detonator sebagai pemicu.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Teror Bom di Boston

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.