IDByte 2013 Berburu Startup Indonesia Terbaik

Kompas.com - 18/04/2013, 09:32 WIB

Founder dan Chairman PT Bubu Kreasi Perdana Shinta Dhanuwardoyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki tahun penyelenggaraan kedua, konferensi startup IDByte 2013 turut menggelar program "Start-up Hunt" dengan tujuan mencari perusahaan rintisan digital (startup) yang dinilai potensial dikembangkan.

Pencarian startup dilakukan melalui roadshow di sejumlah kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Malang, Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta.

"Kemarin kami sudah adakan di Surabaya, minggu depan (22 April), roadshow akan diadakan di kota Bandung," ujar Founder dan Chairman PT Bubu Kreasi Perdana -perusahaan jasa digital yang menjadi penyelenggara IDBytes 2013- Shinta Dhanuwardoyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Adapun kota Malang, Yogyakarta, dan Jakarta masing-masing mendapat giliran pada 17, 24, dan 29 April secara berurutan.

Dari masing-masing kota akan dipilih 3 startup terbaik untuk diikutkan dalam penjurian akhir. Pemenangnya berkesempatan mendapat hadiah berupa jalan-jalan bersama startup dari negara lain, investor, dan eksekutif dalam program Geeks on a Plane (GOAP) dari kapitalis ventura 500 Startups.

Perjalanan ke lokasi-lokasi pusat startup ini menawarkan peluang untuk menjalin jaringan dengan sesama perintis maupun investor.

Selain itu, ada pula kesempatan memenangkan investasi senilai 50.000 dollar AS dari angel investor Dave McClure.

Dikatakan oleh Shinta, tujuan dari kegiatan ini adalah mencari dan membangun startup Indonesia yang "berkelas internasional".

"Maksudnya, agar dunia startup Indonesia lebih 'terdengar' oleh dunia internasional," ujar Shinta, seraya menambahkan bahwa sebenarnya sudah banyak startup digital Indonesia yang berkiprah secara internasional, tapi karyanya jarang diketahui publik sebagai produk Tanah Air.

Konferensi IDBytes 2013 sendiri akan berlangsung tanggal selama 3 hari pada 11-13 Juni 2013 mendatang.

Rangkaian acaranya termasuk sesi workshop, seminar oleh sejumlah tokoh dunia digital dan startup, serta penganugerahan Bubu Awards V.08 untuk brand, produk, dan talenta dari 20 kategori yang terbagi dalam enam tema besar. Informasi selengkapnya bisa dilihat di tautan ini.

Angel investor lebih cocok

Untuk lanskap startup digital Indonesia saat ini, Shinta berpendapat bahwa lebih cocok untuk memperoleh modal dari angel investor alias perorangan dibandingkan kapitalis ventura. "Alasannya, startup kita banyak yang masih muda-muda. Venture capital bisa untuk yang sudah lebih besar," jelasnya.

Senada dengan Shinta, Didie W. Soewondho, Wakil Presiden Sektor ITC dan Penyiaran Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang turut mendukung IDBytes 2013 mengatakan bahwa angel investor banyak dibutuhkan di Indoneisa. "Nanti, kalau sudah lebih confident baru bicara angka," ujar Didie.

Pendekatan terhadap para angel investor, lanjut Didie, antara lain difasilitasi oleh ajang produk kreatif yang diselenggarakan sejumlah pihak, misalnya Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menggelar acara tahunan INAICTA (Indonesia Information and Communication Technology Award).

Soal pendanaan ini menurut Didie adalah salah satu hal krusial yang menentukan keberhasilan ICT di Indoneisa, di samping ketersediaan infrastruktur komunikasi, produksi hardware, serta konten.

KADIN sendiri melalui Ketua Umum Suryo Bambang Sulisto mengatakan anggotanya siap membantu urusan penyediaan dana. Menurut Suryo, hal ini karena jumlah dana yang diperlukan perusahaan startup digital untuk bertahan selama dua atau tiga tahun tidak terlalu besar, yaitu berkisar Rp 2-3 miliar.



EditorReza Wahyudi


Close Ads X