Tersangka Terekam Kamera

Kompas.com - 19/04/2013, 04:09 WIB
Editor

Boston, Rabu - Penyelidik kasus teror bom Boston tampaknya mendapat petunjuk sosok pelaku. Mereka kini memburu sosok tersangka yang terekam kamera video pengawas toko serba ada sedang menaruh tas di lokasi pengeboman.

Stephen Murphy, Presiden Dewan Kota Boston, Rabu (17/4), mengatakan, polisi berusaha mengidentifikasi sosok yang dicurigai itu dan kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa menangkapnya. ”Itu akan menjadi kemajuan hebat,” ujar Murphy.

Senin lalu, warga kota Boston, Amerika Serikat (AS), dikejutkan oleh dua serangan bom yang diledakkan di dekat garis finis lomba Maraton Boston. Dua bom yang meledak beruntun dalam jangka 10 detik itu mengakibatkan 3 orang tewas dan setidaknya 170 orang luka parah.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengungkapkan, bom dirakit dalam panci bertekanan (pressure cooker) dan diisi paku, gotri, serta lempengan logam tajam. Sejumlah korban luka harus diamputasi kakinya dan sebagian lainnya mengalami luka berat di bagian pinggang ke bawah.

FBI juga merilis gambar sebuah tas sudah terkoyak, yang diduga merupakan bagian dari bom. Sehari setelah ledakan, polisi dan FBI meminta masyarakat, yang punya rekaman video atau foto di sekitar lokasi bom, berbagi informasi dengan mereka.

Meski sudah mendapat beberapa petunjuk, sampai Rabu malam waktu setempat, polisi dan FBI belum menahan satu pun tersangka. Sebelumnya beredar kabar bahwa pihak berwenang menahan tersangka pelaku. Wartawan segera bergegas ke Gedung Pengadilan Boston, yang dikabarkan dipakai untuk menahan tersangka. Namun, polisi dan FBI menyangkal semuanya.

Sementara itu, Presiden Barack Obama berencana mengunjungi Boston, Kamis (Jumat WIB), untuk menghadiri upacara pemakaman korban bom Boston. Tiga orang yang tewas adalah bocah berusia 8 tahun, Martin Richard, Krystle Campbell (29), dan seorang mahasiswa pascasarjana asal China, Lu Lingzi.

Tersangka surat beracun

Di Corinth, Mississippi, polisi menahan Paul Kevin Curtis (45), tersangka pengirim surat beracun kepada senator dan Presiden Obama. Curtis juga diidentifikasi sebagai bagian dari jaringan penjual organ tubuh di pasar gelap.

Curtis, yang sering tampil dengan kostum penyanyi legendaris Elvis Presley, disangka sebagai pengirim surat yang sudah dibubuhi racun ricin. Surat tersebut akan dikirimkan kepada senator Republiken, Roger Wicker, dan Presiden Obama. Sebelum sampai ke alamat, polisi menyita surat tersebut.

Setelah dilakukan tes lapangan, surat yang berstempel pos Memphis, Tennessee, itu mengandung racun ricin, sejenis racun yang berasal dari biji tanaman jarak. Sejauh ini diketahui tidak ada penangkal racun ricin, dan racun ini sangat mematikan jika terisap hidung.

Ricky Curtis, sepupu Paul Kevin, mengatakan, saudaranya tersebut berbisnis di bidang jasa kebersihan. Beberapa bulan lalu, Paul Kevin mengeluh pemerintah tidak memperlakukan dia dengan baik. ”Tapi kami sama sekali tidak menyangka dia akan melakukan semua ini,” ujar Ricky.(AFP/AP/Reuters/joy)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.