Kompas.com - 19/04/2013, 05:12 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

BOSTON, KOMPAS.com — Kamis (18/4/2013) waktu setempat, Biro Investigasi Federal (FBI) merilis foto dan video yang memuat gambar dua pria yang diduga menjadi pelaku peledakan di tengah Boston Marathon, Senin (15/4/2013). FBI meminta bantuan masyarakat untuk turut mengidentifikasi kedua orang itu.

Dalam gambar yang dirilis FBI, kedua orang tersebut berjalan bersama di dekat garis finis Boston Marathon sebelum ledakan berdentum dan menewaskan tiga orang serta melukai lebih dari 170 orang. "Salah satu dari dua orang itu terlihat meletakkan ransel di lokasi ledakan kedua," ujar Kepala Kantor FBI Boston, Agen Khusus Rick DesLauriers. Dia mengatakan, kedua orang ini harus dianggap bersenjata dan "sangat berbahaya".

Pernyataan FBI ini menutup hari ketika Presiden Barack Obama menyatakan kepastian akan mencari dan menantang pelaku serangan. Siapa pun yang melakukan peledakan, menurut Obama, telah memilih kota yang salah sebagai sasaran serang.

Berbicara di Katedral Holy Cross Boston, Kamis (18/4/2013), Obama menyatakan, "Setiap orang bersama Anda". Dia pun mengatakan, bagi banyak orang, serangan ini sudah menjadi persoalan personal. "Boston mungkin kota asal Anda tapi kami mengklaim itu, juga... Bagi jutaan di antara kita, apa yang terjadi pada hari Senin (lalu) bersifat pribadi."

Obama kembali menegaskan bakal mencari pelaku serangan. "Dan ya, Anda (pelaku) akan menghadapi hukum. Kami akan minta Anda bertanggung jawab," tegas dia.

Obama memandang untuk pergelaran di tahun depan. Ia memprediksi bahwa "dunia akan kembali ke kota besar Amerika ini untuk berjuang lebih keras dan lebih keras lagi agar menghibur 118th Boston Marathon. Bertaruh atas hal ini."

Dalam kesempatan itu, Obama yakin bahwa orang akan tetap datang ke Boston, dan masih akan mengikuti Boston Marathon berikutnya. "Saya bertaruh untuk itu," ujar dia.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Teror Bom di Boston

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.