Kompas.com - 22/04/2013, 14:17 WIB
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - China dan Asia masih mendominasi ranah "pemikiran" para investor dan pemain properti kelas dunia. Baru-baru ini, Grup Blackstone mengumumkan rencananya guna meningkatkan investasi mereka untuk membiayai proyek-proyek di China dan Asia.

Menurut laporan Wall Street Journal, Blackstone yang merupakan salah satu dari sekian investor properti terbesar di dunia, menaikkan anggaran 4 miliar dollar AS atau setara Rp 4,991 triliun. Inilah bedanya Blackstone dengan pemain lain yang mendemostrasikan kekhawatirannya akan pasar yang melemah, mereka justru melihat ada kesempatan di baliknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tak sembarang investor bisa melihat kesempatan dalam keterpurukan. Hanya beberapa saja yang mampu melihat kesempatan emas itu," ujar Kepala Badan Pembiayaan Perumahan New Jersey Timothy Walsh. Untuk itu, ia bersedia menanamkan dana kelompoknya sebesar 500 juta dollar AS atau senilai Rp 623 miliar di perusahaan investasi baru milik Blackstone Asia. Karena secara umum, pertumbuhan ekonomi Asia merupakan yang tercepat di dunia, walaupun akhir-akhir ini mulai mengalami perlambatan.

China dilaporkan mengalami perlambatan pertumbuhan GDP ke angka 7,7 persen pada kuartal pertama 2013, anjlok dari tahun-tahun sebelumnya. JP Morgan adalah salah satu investor yang gagal dan terpaksa harus kehilangan gedung komersial level A yang disita pemerintah kota Dalian. Kejadian ini memaksa perusahaan investasi lainnya meninjau kembali aksi korporasi mereka termasuk di antaranya Bank of America, Citigroup dan American International Group.

Namun demikian, prospek tingginya imbal hasil (yield) telah membuat beberapa investor tak berpaling dari Asia. Para ekonom berharap Blackstone menemukan keberuntungannya. Karena sejak 2010, mereka telah membenamkan modal sekitar 1,5 miliar dolar AS atau Rp 1.871 triliun di pasar properti Asia. Dua tahun setelahnya, mereka bahkan berani mengakuisisi Huamin Imperial Building. Ini merupakan mixed use development yang berisi perkantoran dan hotel kelas atas dengan nilai akuisisi 287 juta dollar AS (Rp 358 miliar).

Pemimpin Blackstone Stephen Schwarzman mengatakan sangat penting melakukan inisiasi untuk menjadi pemain paling aktif, dan investor properti paling oportunis di Asia. Blackstone akan melihat penurunan harga properti di China sebagai kesempatan emas pasca pemerintah Negeri Tirai Bambu itu mengumumkan regulasi baru untuk mempertahankan stabilitas harga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.