Kompas.com - 23/04/2013, 08:15 WIB
EditorTjatur Wiharyo

NYON, KOMPAS.com — Akun Twitter pribadi Presiden FIFA Sepp Blatter dibajak sekelompok peretas (hacker). Para peretas itu menggunakan akun Twitter Blatter untuk mengirim pesan bahwa Blatter akan meletakkan jabatannya karena kasus korupsi.

Dalam pesan-pesan yang dikirim dari akun Blatter tersebut, terdapat juga sebuah retweet dari akun resmi Piala Dunia yang berbunyi: "Presiden FIFA Sepp Blatter dipastikan akan mundur karena kasus korupsi."

Sebuah tweet lain dari akun Twitter Blatter yang dibajak itu berbunyi: "Memang kenapa kalau saya menerima uang dari pangeran Qatar? Saya adalah pencari nafkah di keluarga. Emir Qatar adalah sosok paling murah hati yang pernah saya temui. Saya tak menyesali tindakan saya. Saya sudah melakukan yang terbaik buat FIFA. Saya sudah bekerja keras untuk organisasi ini selama hampir 15 tahun."

Akun Twitter resmi Piala Dunia juga menjadi sasaran peretas, dan mengirimkan sejumlah pesan-pesan palsu. Salah satunya: "Sepp Blatter tengah menjalani pemeriksaan atas sejumlah kasus suap".

Pernyataan dari situs resmi FIFA telah membenarkan bahwa kedua akun Twitter tersebut telah diretas. Sebuah pengumuman di situs resmi FIFA menyebutkan: "Beberapa akun FIFA, termasuk @SeppBlatter dan @fifaworldcup telah diretas. Jika ada keraguan, silakan memverifikasi setiap info ke kantor FIFA."

Kicauan-kicauan palsu itu kini sudah dihapus dari akun Twitter Blatter. Pelaku peretasan ini terungkap setelah sebuah kelompok yang menamakan diri Syrian Electronic Army (Pasukan Elektronik Syria) mengirimkan tweet berbunyi: "Syrian Electronic Army Was Here (Tentara Elektronik Syria Pernah Ada di Sini)" dan "Twitter #Failure.... You can't stop us! (Kegagalan #Twitter... Anda tak bisa menghentikan kami!)".

Kelompok tersebut, menurut Reuters, merupakan pendukung pemimpin negara Syria Bashar Al-Assad.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.