Kompas.com - 24/04/2013, 07:17 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

oik yusuf/ kompas.com Founder Own Games Eldwin Viriya (keempat dari kanan) dan Developer Manager Nokia South East Asia Narenda Wicaksono (keempat dari kiri) berpose bersama personel Project Pop dalam acara peluncuran game Power Pop di Jakarta, Selasa (23/4/2013)


KOMPAS.com - Setelah sempat vakum selama tiga tahun, Project Pop berupaya melakukan comeback  ke industri musik. Nah, salah satu cara promosi unik yang ditempuh grup musik asal Bandung ini adalah mejeng di dalam game.

Tepatnya, game mobile berjudul "Power Pop" besutan pengembang aplikasi lokal Own Games. Game petualangan bertema bajak laut hasil kolaborasi Own Games dengan Project Pop ini dikembangkan untuk platform Nokia Asha dan dipasarkan lewat toko aplikasi Nokia Store milik produsen tersebut.

Keenam anggota Project Pop, yaitu Gummy, Tika, Odie, O2N, Udjo, dan Yosi  ditampilkan di game ini dalam bentuk karakter-karakter utama, lengkap dengan ciri khas masing-masing seperti atribut basket Yosi dan binatang peliharaan anjing milik Tika.

Power Pop sendiri adalah game adventure dengan format side-scrolling di mana para anggota Project Pop berpetualang melawan gerombolan bajak laut. Mereka dibantu oleh "Tako", tokoh maskot dari Own Games.

Pendiri Own Games Eldwin Viriya mengatakan bahwa Power Pop telah diunduh sebanyak 18.000 kali sejak pertama masuk Nokia Store dua minggu lalu. "Itu belum ada promosi sama sekali, hanya ditaruh saja," ujarnya dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa, (23/4/2013).

Game Power Pop yang memiliki total sebanyak 30 level bisa diunduh secara gratis di Nokia Store, tetapi hanya untuk 5 level pertama. Untuk memainkan 25 level berikutnya, pengguna di Indonesia bisa membayar Rp 5.000 melalui mekanisme potong pulsa (try-and-buy).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sejauh ini baru tersedia untuk ponsel Asha full-touch, tapi nanti dukungannya akan dikembangkan lagi," imbuh Eldwin.

Cara unik

Lalu, mengapa pilihan Project Pop jatuh pada medium game mobile sebagai sarana promosi?

Dijelaskan oleh anggota Project Pop Mochammad Fachroni alias Roni Oon, pada awalnya grup musik itu berniat membuat aplikasi berita untuk mengarahkan penggemarnya ke situs web Project Pop seiring berkembangnya trend penggunaan gadget elektronik di masyarakat.

Tapi kemudian medium game dinilai lebih baik karena memberikan unsur repetisi atau pengulangan, tak hanya sekali akses seperti pada berita. "Sekalian, kami bisa dikenal orang dengan cara yang unik. Ternyata di game bisa lebih menarik," terang Roni.

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X